JAKARTA – Kendaraan harus dirawat agar tetap bekerja dengan optimal. Salah satu hal yang harus dilakukan dalam perawatan kendaraan adalah dengan mengganti spare part yang rusak atau aus dengan yang baru.
Namun, tidak semua spare parts yang beredar di pasaran merupakan spare part asli. Beberapa pabrikan memproduksi spare parts KW atau tidak asli yang kualitasnya jauh di bawah spare parts asli atau original.
Beberapa orang memang dengan sengaja memilih spare parts yang tidak asli dengan alasan biaya. Di sisi lain, ada pemilik kendaraan yang tidak mengerti mendapatkan yang palsu karena tidak mengerti perbedaan antara parts yang asli dan yang palsu.
Karena, keduanya memiliki bentuk fisik yang hampir mirip sehingga sulit dibedakan mana yang asli dan palsu. Nah, agar pemilik kendaraan tidak lagi tertipu dan mendapat yang palsu, berikut cara membedakan spare parts asli dan KW (palsu).
1. Kondisi kemasan
Banyak pembeli terkecoh dengan kemasan spare parts. Karena, kemasan keduanya nampak hampir sama. Penjiplak spare parts membuat kemasan yang sama persis untuk mengelabuhi konsumen.
Namun, umumnya kemasan spare parts yang asli dan palsu dapat dibedakan dari kemasan. Biasanya, kemasan dari produk original nampak tertutup rapi dan tidak kotor.
2. Stiker barcode
Cara berikutnya untuk melihat keaslian barang dapat dilakukan dengan melihat stiker barcode yang ada pada kemasan. Barcode tersebut dapat discan yang dapat menunjukkan nomor registrasi dan disesuaikan dengan kondisi barang. Sebaliknya, spare parts KW tidak memiliki scan barcode.
3. Membeli langsung di toko aslinya
Jika enggan untuk berspekulasi atau takut tertipu, ada baiknya membeli langsung ke toko resminya. Biasanya parts asli dapat didapatkan di bengkel resmi atau dealer. Hal ini mengurangi risiko mendapat spare parts KW.
4. Harga jual
Jangan pernah tergoda mendapat harga murah dari bengkel. Karena, agar dapat bersaing dengan spare parts asli, produsen spare parts KW memberi harga yang lebih murah.
5. Masa garansi
Keaslian spare parts juga dapat dilihat dari tanggung jawab produsen pada barang yang diproduksinya. Produsen barang asli berani memberikan garansi pada produk yang dijual. Oleh karena itu, sebelum membeli spare parts, hendaknya tanyakan dulu garansi yang diberikan.
(Citra Dara Vresti Trisna)