MAZDA berencana untuk sepenuhnya menghentikan produksi mobil di Rusia setelah kekurangan pasokan bahan baku. Langkah ini sebelumnya telah diambil oleh Toyota Motor Corp yang juga kesulitan mendapatkan komponen.
Melansir dari Japan News, Mazda akan menghentikan operasinya yang berada di Vladivostok, Rusia pada musim semi karena gangguan rantai pasokan yang disebabkan oleh agresi Rusia di Ukraina.
Keputusan untuk mundur sepenuhnya dibuat karena para petinggi tidak melihat adanya prospek untuk dapat melanjutkan operasi pabrik di Rusia.
Mazda menganggap Eropa sebagai salah satu pasar utama mereka. Ketika kecaman terhadap Rusia terus meningkat akibat invasi yang dilakukan ke Ukraina, mereka mempertimbangkan citra perusahaan yang masih memiliki pabrik di sana.
Pabrikan asa Jepang itu telah menjual 30.000 mobil di Rusia tahun lalu. Tapi, jumlah tersebut sangat sulit dilampaui tahun ini karena bahan baku sudah tidak lagi dikirimkan dan akan berhenti ketika stok habis.
Mazda berencana mengadakan diskusi praktis dengan perusahaan Rusia, Sollers, yang bekerja sama dalam usaha patungan terkait pengunduran diri. Namun, Mazda tak berencana untuk menghentikan penjualannya di Rusia.
Pasalnya, Mazda sendiri telah memproduksi kendaraan sport CX-5 dan model lainnya di Vladivostok di Rusia timur sejak 2012 lalu untuk pasar lokal. Model-model yang diluncurkan di Rusia juga terbukti sangat diminati.
Invasi yang dilakukan Rusia ke Ukraina pada Februari lalu telah mendorong eksodus perusahaan besar-besaran dari Rusia, meninggalkan aset bernilai miliaran dolar.