JAKARTA - Fenomena embun beku muncul di tiga kabupaten Lanny Jaya, Papua, yakni Kampung Kuyawage, Lauren dan Jugu Nomba. Fenomena ini berdampak pada hasil cocok tanam yang membuat para petani mengalami gagal panen.
Akibatnya, masyarakat mengalami kelaparan. Tidak hanya berdampak pada 548 warga, fenomena embun beku ini juga mengakibatkan 4 orang meninggal dunia yang di antaranya merupakan anak-anak.
Kepala Balai Besar Meteorologi dan Geofisika Wilayah V Jayapura Hendro Nugroho menjelaskan embun beku dan kemarau di Lanny Jaya terjadi di tiga kampung tersebut mengakibatkan masyarakat mengalami kelaparan sehingga perlu dibuat lumbung.
Sebelumnya, BMKG menyebut awal musim kemarau akan terjadi pada bulan Maret. Sedangkan Kabupaten Lanny Jaya, termasuk dalam ZOM 340 awal musim kemarau terjadi pada dasarian I Juni 2022.
Dampak dari musim kemarau tersebut, penurunan curah hujan dikarenakan potensi pembentukan awan cenderung tidak signifikan. Pertumbuhan awan yang tidak signifikan menyebabkan suhu udara menjadi lebih dingin.
Hal ini karena panas yang diterima dapat langsung dipantulkan kembali keluar bumi, udara akan terasa lebih dingin dikarenakan massa udara dari selatan yang bersifat kering dan dingin.
Sementara itu, evapotranspirasi mengakibatkan tumbuhan makin kering dan tidak dapat bertahan hidup berdasarkan analisis hujan Dasarian III Juni hingga Dasarian I Juli. Wilayah Lanny Jaya, termasuk dalam kategori menengah hingga rendah dengan curah hujan antara 25 dan 75 mm/dasarian.
Suhu udara di Lanny Jaya dapat lebih rendah karena perbedaan ketinggian antara Lanny Jaya dan Jayawijaya. Saat ini, suhu udara minimum di Jayawijaya berkisar 12-15 derajat selsius.
(Kemas Irawan Nurrachman)