PERUSAHAAN startup drone XTurismo Limited Edition A.L.I yang berbasis di Tokyo, Jepang, meluncurkan motor terbang. Hoverbike tersebut mulai dipasarkan pada Selasa. Harganya sekira 77,7 juta yen atau setara Rp9,6 milliar.
Perusahaan menggandeng bintang sepak bola Jepang, Keisuke Honda untuk mempromosikan sekaligus membujuk orang-orang kaya agar menukar supercar mereka dengan motor terbang tersebut.
Baca juga: Motor Terbang Segera Hadir di Dunia, Begini Bentuk dan Spesifikasinya
Melansir dari Autoblog, Rabu (27/10/2021), motor terbang tersebut dilengkapi dengan mesin konvensional dan empat motor bertenaga baterai. Diklaim mampu terbang selama 40 menit hingga 100 kph.
"Hingga saat ini pilihannya adalah bergerak di darat atau dalam skala besar di angkasa. Kami berharap dapat menawarkan metode pergerakan baru," kata Daisuke Katano, chief executive perusahaan kepada Reuters.
Rangkaian kendaraan tersebut terdiri dari tubuh seperti sepeda motor di atas baling-baling. Mesin bertumpu pada selip pendaratan saat stasioner.
Baca juga: Taksi Terbang Ehang Segera Beroperasi di Indonesia, Intip 5 Fitur Kemanannya
Startup ini beserta para kedua industri lainnya yakni industri Mitsubishi Electric dan Kyocera juga mendemonstrasikan sepeda motor terbang tersebut dengan penerbangan pendek beberapa meter dari tanah di trek balap dekat Gunung Fuji.
Katano juga menambahkan bahwa dalam waktu dekat penggunaannya akan dan dilarang untuk diizinkan terbang di atas jalan raya Jepang yang padat. Namun motor terbang tersebut pastinya akan digunakan oleh tim penyelamat untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses, katanya.
Peraturan yang sangat ketat di Jepang mendorong masalah keamanan telah menghambat pertumbuhan sektor-sektor seperti berbagi perjalanan. Perubahan aturan yang tertunda dapat memperluas aplikasi potensial sepeda, kata Katano.
Hadirnya motor terbang ini yang sukses dibuat oleh startup komersial untuk A.L.I. Technologies, tentunya akan membantu memperkuat keunggulan industri Jepang di tengah pergeseran generasi menuju teknologi baru seperti kendaraan otonom dan penggunaan serba listrik.
(Salman Mardira)