SELAMA pandemi berlangsung, kegiatan belajar mengajar harus dilakukan secara daring alias memakai metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Untuk Jawa dan Bali misalnya, metode PJJ masih dilakukan mengingat adanya aturan PPKM dengan level berbeda-beda. Meski demikian, semangat untuk sambut tahun ajaran baru harus tetap dikobarkan.
Berbagai macam platform belajar digital pun bermunculan, demi mendukung metode PJJ selama pandemi bagi para siswa.
“Menanggapi pelaksanaan sekolah yang kembali menerapkan sistem PJJ, kami mencermati bahwa kebutuhan akan perangkat yang memadai menjadi salah satu prioritas," kata Chief Executive Officer (CEO) Pahamify, Syarif Rousyan Fikri dalam keterangan resminya, Senin, (26/7/2021).
Menurut Syarif, aplikasi belajar digital Pahamify cukup membantu siswa saat belajar jarak jauh alias belajar daring. Namun selain aplikasi belajar, siswa juga sebenarnya membutuhkan ponsel atau gadget yang memadai. Pelajar juga memerlukan materi-materi berkualitas, yakni menggunakan teknologi yang saat ini menunjang untuk belajar.
"Kami berharap dapat membuka pintu harapan bagi seluruh pelajar Indonesia, khususnya dalam hal pendidikan secara daring di tengah pandemi. Kami juga berharap program ini memperluas kesempatan setiap orang untuk memperoleh pendidikan yang layak," terangnya.
Sementara itu Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) RI Nadiem Makarim mengatakan, teknologi bukan hanya sebagai media menunjang PJJ, di saat pandemi. Namun bisa diadaptasi untuk mendukung kegiatan pendidikan lainnya di luar sekolah.
"Penggunaan teknologi akan menjadi hal yang permanen. Soal apakah (teknologi) untuk (pembelajaran) hybrid, yang penting ada kemerdekaan, keseimbangan pendidikan yang ditentukan oleh sekolah," katanya.
Menurut Nadiem, sejumlah hal yang bisa dimanfaatkan siswa hingga tenaga pendidik di sekolah melalui teknologi demi mendorong kualitas pembelajaran maupun kemampuan diri masing-masing.
(Dyah Ratna Meta Novia)