Ribuan Hewan Laut Mati di Pantai Rusia, Diduga Akibat Tumpahan Bahan Kimia

Felix Refialdo Handono, Jurnalis
Kamis 08 Oktober 2020 18:42 WIB
Ribuan hewan laut mati di pantai terpencil Semenanjung Rusia. (Foto: Instagram @greenpeaceru)
Share :

RIBUAN gurita dan hewan laut lainnya mati terdampar di pantai terpencil di Teluk Avacha Kamchatka, Semenanjung Rusia. Perairan yang biasanya bersih bening itu mendadak berubah warna kelam dan menimbulkan bau aneh. Para peselancar pun mengatakan air di sana membuat mata mereka sedikit terbakar.

Peristiwa ini terjadi diduga akibat adanya tumpahan bahan kimia beracun ke dalam air. Jumlahnya dilaporkan sangat banyak hingga memusnahkan sekira 95 persen makhluk laut yang hidup di dasar laut.

Baca juga: Tasmanian Devil Dilepasliarkan untuk Pertama Kalinya dalam 3.000 Tahun 

Situs resmi milik Pemerintah Kamchatka melaporkan peneliti Ivan Usatov dari Kronotsky Reserve dan Institut Geografi Pasifik Kamchatka Gov Vladimir Solodov bersama pihak lain mempelajari daerah sekitar Teluk Avacha dengan mengambil sampel dan menyelam ke dasar laut.

"Beberapa ikan besar, udang, kepiting bertahan hidup, tetapi dalam jumlah yang sangat kecil. Kondisi mamalia laut dan burung normal. Di pantai juga tidak ditemukan burung atau hewan laut besar mati," papar Usatov, sebagaimana dikutip dari Live Science, Kamis (8/10/2020).

Ia menerangkan, kemungkinan kejadian ini sangat mengganggu rantai makanan karena hewan yang memakan makhluk bawah laut juga mati.

Baca juga: Kenali Bahaya dan Kandungan Gas Air Mata saat Demo

Pekan lalu para pejabat menyebut sejumlah hewan mati karena cuaca badai. Tetapi analisis sampel air baru-baru ini mengungkapkan bahwa air itu terkontaminasi sejumlah zat yang berpotensi berbahaya. Sampel tersebut mengandung produk minyak bumi, beberapa di antaranya berada pada level empat kali di atas normal.

Gubernur Kamchatka Vladimir Solodov mengunggah di Instagram bahwa ia akan memimpin penyelidikan "transparan" atas masalah ini dan memecat pejabat mana pun yang mencoba menutupi skala polusi. Namun akan ada juga dari berbagai kelompok berbeda terus menyelidiki insiden tersebut.

(Hantoro)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Ototekno lainnya