Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI, Teten Masduki, mengungkapkan dukungannya atas diselenggarakannya Festival Gerakan Warung Nasional (FGWN).
“Kami mendukung tumbuh kembangnya inovasi dalam memajukan ekosistem warung di Indonesia yang dilakukan oleh berbagai pihak seperti Warung Pintar. Pemilik-pemilik warung adalah bagian dari pegiat UMKM yang berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap ekonomi negara. Keberadaan mereka perlu kita apresiasi. Melalui pemanfaatan teknologi, para pejuang ekonomi ini diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan era dan terus mengambil bagian dalam menyokong perekonomian Indonesia.”ujar Teten saat membuka FGWN di Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu (14/12/2019).
Festival Gerakan Warung Nasional ini merupakan puncak perayaan Gerakan Warung Nasional untuk mengajak masyarakat mengembangkan ekosistem warung. Harapannya, gerakan ini bisa menjembatani pelaku usaha tradisional, seperti pemilik warung, toko kelontong dan usaha sejenis lainnya, dengan teknologi untuk mempermudah mereka mengembangkan usaha di era digital.
"Lewat gerakan ini, kami berharap seluruh profesi di Indonesia, salah satunya pemilik warung, dapat berevolusi menjadi 'perusahaan teknologi' lewat ekosistem yang sudah dibangun, sehingga mereka dapat selalu relevan dengan perubahan zaman dan terus berperan dalam pemerataan dan pertumbuhan ekonomi nasional.”ujar CEO dan Co-Founder Tokopedia, William Tanuwijaya
Warung Pintar merupakan start up yang fokus mentransformasi dan membuka akses bagi para pemilik warung di era digital agar dapat ikut bertumbuh untuk ekonomi masa depan. 3,5 juta warung yang ada di Indonesia merupakan tulang punggung ekonomi bangsa, dan menyediakan lapangan pekerjaan yang setara bagi semua golongan masyarakat.
"Menurut data internal kami, 58% dari ribuan mitra Warung Pintar adalah juragan perempuan. Hebatnya, mereka berhasil menyumbang 60% dari total penghasilan keluarga. Lewat Festival Gerakan Warung Nasional, Warung Pintar ingin mendukung komitmen para juragan warung yang ingin bertumbuh tanpa batas menggunakan sistem teknologi yang mudah dipakai dan dipahami,” ungkap CEO dan Co-Founder Warung Pintar Agung Bezharie Hadinegoro.
FGWN merangkul berbagai UMKM serta komunitas warung, salah satunya seperti Sahabat Usaha Rakyat (SAHARA) hingga seniman-seniman muda untuk membuat karya kreatif bertemakan kehidupan warung. Kegiatan ini dilaksanakan pada 14-15 Desember 2019 di Lapangan Banteng, Jakarta.
Di FGWN, masyarakat dari seluruh kalangan dapat menikmati berbagai kegiatan menarik dan experience booth seperti area Main-Main di Warung, Santai di Warung, Jajanan Warung, Museum Warung dan lainnya.
Pendiri SAHARA, Ir. Sharmila, M.Si, mengungkapkan, pihaknya membantu para pemilik warung khusus yang pengelolanya perempuan untuk dapat memajukan usahanya dengan pelatihan, permodalan dalam bentuk pasokan produk berkualitas secara teratur dan dukungan teknologi yang handal, pemasaran bersama dan bedah warung.
"Semoga lewat inisiatif ini, para pemilik warung dapat semakin mudah untuk mendapatkan akses sembako dengan harga bersaing dan dapat menikmati berbagai fasilitas yang menguntungkan.”ujar Sharmila.
Sejak dihadirkan pada November 2018 lalu, aplikasi Mitra salah satu toko online terkenal di Indonesia ini ditujukan untuk mempermudah para pemilik warung, toko kelontong, dan usaha sejenis lainnya dalam mengembangkan usahanya melalui pemanfaatan teknologi. Aplikasi ringan berukuran 3 MB ini, juga turut membantu menjembatani masyarakat Indonesia untuk menikmati pengalaman berbelanja online-to-offline (O2O) dengan berjualan produk digital seperti pulsa dan menerima berbagai macam pembayaran mulai dari listrik, voucher game hingga BPJS, serta membeli stok barang lewat fitur Grosir.
Dewi Bida Kumalasari adalah salah satu pemilik warung kelontong di Bekasi yang telah bergabung menjadi Mitra sejak November 2018.
“Banyak sekali manfaat yang saya rasakan dengan adanya fitur penjualan produk digital. Selain warung saya semakin ramai, saya juga bisa membantu suami dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Di samping itu, keuntungan yang diperoleh dari berjualan pulsa dan produk digital lainnya juga bisa saya manfaatkan untuk transportasi pengobatan anak saya,” ungkap Dewi.
“Kehadiran Mitra telah membantu meningkatkan penjualan usaha warung saya. Sekarang saya dapat mengelola warung saya secara mudah dan efisien, terutama untuk berjualan produk digital seperti pulsa, paket data, token listrik, BPJS dan sebagainya kepada warga sekitar dan memesan stok produk warung melalui fitur grosir,” ungkap Dewi.
Kisah sukses warung juga berlanjut pada Ibu Veranita Dwiputri, yang telah bergabung dengan Warung Pintar sejak September 2018. Pada waktu itu, ia membuka warung untuk membiayai kebutuhan sekolah anaknya yang bungsu. Warung Bu Vera pun berkembang dengan tampilan ala cafe, dan berhasil menjadi solusi ekonomi keluarganya.
Setelah setahun lebih bekerja bersama Warung Pintar, ternyata tidak hanya ekonomi kami saja yang dibantu, tapi juga budaya di warung pun ikut berkembang. “Yang dulu hanya sebagai tempat jajan, warung saya sekarang jadi tempat ngobrol enak sambil melepas lelah. Warung saya yang sudah bertambah pintar ini sekarang juga jadi ajang silaturahmi, tempat menambah teman dan bersosialisasi, serta tempat memperluas koneksi yang akan membuka mata dan pikiran.”ujar Vera.
Harapan Vera, Warung Pintar bisa terus menumbuhkan komunitas baru, Komunitas Pintar. "Ini adalah bentuk komunitas yang pintar mengolah rasa dan karsa. Komunitas yang tahu lebih banyak, sehingga bisa berbuat lebih banyak.”ujar Vera.
(Gabriel Abdi Susanto)