Diskusi tersebut membuat Christian Schultze, Direktur Riset Teknologi di Mazda Motor Europe R&D menghubungi mahasiswa dari Universitas Darmstadt untuk membantu dalam pembangunan prototipe EV. Schultze sendiri awalnya ingin membangun MX-5, sebuah mobil yang menggunakan listrik secara penuh namun itu ditolak dari atasan Mazda.
Adapun tujuan dari Schultze sendiri ialah menciptakan city car yang ramah lingkungan walaupun tidak memiliki kecepatan yang kencang, hanya mampu menghasilkan 36 tenaga kuda dengan kecepatan maksimum sekitar 99 Km/h.
Dengan MX-30 yang diperkenalkan Mazda sebagai EV ini diharapkan dapat memberikan peningkatan pada segi penjualan setelah 25 tahun lalu menciptakan produk mobil listrik.
(Mufrod)