JAKARTA- Facebook mengungkapkan jika pihaknya tidak akan melanjutkan peluncuran mata uang digital 'Libra' sebelum mendapatkan persetujuan dari Pemerintah AS. Hal tersebut diungkapkan Facebook, pasalnya Menteri Keuangan AS mengambil langkah yang tidak biasa dengan mengatakan ia memiliki kekhawatiran serius bahwa hal itu dapat digunakan untuk kegiatan terlarang.
Lengkapnya, Menteri Keuangan Steve Mnuchin mengungkapkan khawatir terhadap uang digital Facebook 'Libra' mampu memicu pencucian uang dan penggunaan ilegal lainnya.
"Mereka harus meyakinkan kami tentang standar yang sangat tinggi sebelum mereka memiliki akses ke sistem keuangan AS," katanya.
Baca Juga: Skandal Kebocoran Data, Facebook Kena Denda Rp70 Triliun
"Cryptocurrency ini telah didominasi oleh aktivitas ilegal dan spekulasi," kata Mnuchin.
Sementara itu, David Marcus, yang mengawasi upaya blockchain Facebook, berencana memberi tahu Kongres bahwa Libra tidak sedang dibangun untuk bersaing dengan mata uang tradisional atau mengganggu kebijakan moneter.
"Asosiasi Libra, yang akan mengelola cadangan (Libra) tidak memiliki niat untuk bersaing dengan mata uang berdaulat atau memasuki arena kebijakan moneter," kata Marcus.
"Facebook tidak akan menawarkan mata uang digital Libra sampai kami sepenuhnya menangani masalah regulasi dan menerima persetujuan yang sesuai," imbuh dia.
Marcus juga mengatakan Asosiasi Libra, perusahaan di belakang cryptocurrency yang dipimpin Facebook, berencana untuk mendaftar sebagai bisnis layanan uang dengan Jaringan Penegakan Kejahatan Keuangan Departemen Keuangan (FinCEN) dan sepenuhnya diharapkan untuk mematuhi anti pencucian uang dan aturan Bank Secrecy Act.
Baca Juga: Asus ROG Phone 2 Jadi Ponsel Pertama dengan Chip Snapdragon 855 Plus
Sejak mengumumkan proyek Libra bulan lalu, Facebook telah menghadapi banyak kecaman dan skeptis dari para pembuat kebijakan di seluruh dunia yang mengutip kekhawatiran akan keamanan data, pencucian uang, dan perlindungan konsumen.
"Saya percaya bahwa jika Amerika tidak memimpin inovasi dalam mata uang digital dan area pembayaran, orang lain akan melakukannya. Jika kita gagal bertindak, kita dapat segera melihat mata uang digital dikendalikan oleh orang lain yang nilainya berbeda secara dramatis," kata dia.
Baca Juga: Game Horor 'Devotion' Batal Dirilis Ulang, Ini Alasannya
(Ahmad Luthfi)