JAKARTA - Peluang kenaikan Bea Balik Nama dan Pajak Kendaraan Bermotor di DKI Jakarta mendapat tanggapan serius dari PT Toyota Astra Motor (TAM). Mereka menggunakan penghitungan dampak di sejumlah daerah lain seperti Jawa Barat untuk memprediksi pengaruh faktor serupa di Jakarta. Hal tersebut dinyatakan oleh Direktur Pemasaran PT TAM, Anton Jimmi Suwandy.
Wacana kenaikan Pajak Kendaraan Bermotor terutama Bea Balik Nama (BBN) wilayah DKI Jakarta memang terbilang lebih lambat dari daerah lain. Namun, tidak dapat dipungkiri kenaikan biaya tersebut berpengaruh kepada harga jual kendaraan dan minat para konsumen untuk membeli mobil baru. "Harga pasti akan menyesuaikan dengan hal tersebut," ujar Anton kepada awak media.
Pihak TAM sendiri masih mempelajari dampak jangka panjang dari kenaikan BBN di wilayah DKI Jakarta ini. Berdasar dari pengalaman kenaikan bea serupa daerah lain seperti Jawa Barat, Anton sudah mendapat angka perkiraan mengenai penurunan penjualan. "Dibandingkan periode serupa pada tahun sebelumnya, setelah ada penerapan kenaikan BBN di daerah tersebut ada penurunan sebesar 2 hingga 3 persen," katanya.