Sementara itu dengan Live Transcribe, pengguna mampu menerjemahkan suara seseorang menjadi tulisan. Menariknya fitur ini telah dilengkapi 70 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, Jawa, dan Sunda. Menurut Sagar salah satu syarat untuk menggunakan fitur tersebut yakni internet akses yang kuat.
"Internet sangat penting dalam Live Trancribe agar bekerja, karena pengenalan ucapan kita terjadi. Ini model yang sangat besar yang membutuhkan server penuh untuk bekerja dan itu terjadi di pusat data Google yang tersebar di seluruh dunia. Jadi untuk itu Anda memerlukan konektivitas internet," jelas Sagar.
Meskipun membutuhkan internet, Sagar mengungkapkan jika fitur tak banyak mengkonsumsi jumlah data dan baterai karena memiliki fitur mode malam.
Saat ini fitur TalkBack dan Live Subscribe milik Google telah hadir di menu aksesibilitas yang dapat diakses di pangaturan smartphone Android. Sementara itu Live Subscribe dan Sound Amplifier juga hadir di App Store. Untuk saat ini, belum diketahui apakah aplikasi juga akan hadir di iOS.
Baca Juga; Google Uji Coba Imbuhkan Tautan Belanja di YouTube
(Ahmad Luthfi)