JAKARTA - Dengan maraknya internet saat ini, berita hoaks semakin menyebar di berbagai platform baik website ataupun media sosial. Menurut trainer dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Nurfahmi Budiarto hoaks atau berita bohong untuk diketahui terdapat dua hal yakni yang pertama misinformasi di mana berita salah yang dianggap benar dan disinformasi yang merupakan berita salah yang sengaja disebarkan.
Adapun beberapa macam misinformasi dan disinformasi di antaranya yakni satire atau parodi yang digunakan untuk lucu-lucuan namun berpotensi membodohi, kemudian misleading, konten aspal (asli tapi palsu), konten pabrikasi, konten tidak nyambung (judul dan berita beda), dan konten manipulatif.
Nurfahmi melanjutkan jika ada beberapa tips untuk terhindar dari berita hoaks yakni rajin verifikasi.
"Pertama verifikasi alamat situs dengan mengecek alamat situsnya. Kalau ragu riset dengan domainbigdata.com. Ada beberapa situs abal-abal yang cuma beralamat blogspot," kata dia dalam acara Google News Lab Workshop di Kantor Google, Jakarta, Senin (18/2/2019).
Lebih lanjut dia mengungkapkan untuk memperhatikan detail visual website dengan memperhatikan logo gambar. Pasalnya saat ini ada beberapa situs yang meniru beberapa situs media nasional (red:mainstream).