Indocomtech 2018 Pamerkan Aplikasi Buatan Siswa SMK hingga Mahasiswa

Pernita Hestin Untari, Jurnalis
Kamis 01 November 2018 15:00 WIB
Dzaki dan beberapa peserta SMK Corner di Indocomtech 2018 (Foto: Pernita Hestin Untari/ Okezone)
Share :

"Kita ada bukan untuk menghalangi, tapi untuk memberikan coaching ke orang tua. Di mana anaknya terpapar atau tidak, kita punya datanya anak anda buka apa sekian-sekian, kita ajukan untuk konsultasi. Aplikasi kita untuk memantau semuanya, jadi semua screenshotnya akan dikirim ke orang tua secara real time," lanjut dia.

Lebih lanjut, dia menuturkan cara kerja aplikasi yakni disaat anak bermain game dan terdapat konten negatif. Kemudian nantinya orang tua dapat melihat hal tersebut dalam laporan yang dikirimkan terus menerus oleh aplikasi.

Kemudian, orang tua dapat mengirimkan pesan ke anak (jika tak berada di dekat sang anak), saat mengirim pesan tersebut, layar gadget si anak akan di freeze. Tak hanya sampai disitu, Weblocker juga memberika solusi lebih lanjut untuk orang tua yang merasa kewalahan menghadapi anak yang sudah terpapar konten negatif.


Baca Juga: Wiko Luncurkan Dua Ponsel dengan Fitur SIM Virtual

"Terus kalau misalnya anaknya udah ngelawan, itu kita akan bawa ke konsultan rekanan kita. Kita akan beri tips dan trik bagaimana menghadapi anak yang seperti itu. Nanti kita akan menggunakan Artificial Inteigent mbak. Jadi orang tua jangan khawatir jika anakanya lihat yang buruk tapi konteksnya buruk itu bisa terdeteksi," kata dia.

Sebagai informasi, aplikasi Weblocker sudah dibuat sejak 2014 dan saat ini masih dalam tahap penyempurnaan. Serta verifikasi dengan beberapa stakeholder yang salah satunya Pemerintah melalui Komisi Perlindungan Anak (KPAI).

Weblocker juga pernah menjadi finalis dalam Asia Pacific Information and Communication Technology (APICTA) Award di Guangzhou China pada Oktober 2018.

(Ahmad Luthfi)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya