JAKARTA - Bulan mungkin tidak akan terlihat sepi seperti sekarang ini dan memiliki permukaan yang mendukung untuk kehidupan sekira 4 miliar tahun lalu. Seperti diketahui, Neil Armstrong dan Buzz Aldrin merupakan manusia pertama yang datang menginjakan kaki di Bulan pada 20 Juli 1969.
Dilansir Theregister, Rabu (25/7/2018), sebuah surat kabar Astrobiology pada hari senin mempublikasikan periode sejarah Bumi dan satelit. Kesempatan pertama terbuka setelah terjadi dampak besar antara Theia, awal planet dan Bumi sekira 4,5 miliar tahun lalu, dan kedua sekira 3,5 miliar tahun lalu.
Serpihan puing yang membentuk formasi bulan dengan beberapa air dan volatil. setelah proses akresi, di mana puing menjadi lebih besar dan bulan telah melebur dengan aliran magma.
Lautan memiliki volume muntahan atau semburan yang mengandung gas volatiles, termasuk uap air. Kolam air dan atmosfer mungkin memiliki bentuk selama periode berlangsung.
Cairan air dan atmosfer diyakini muncul di Bulan dalam jangka waktu yang lama. "Kami berpikir bahwa permukaan Bulan tidak berubah paling tidak dalam waktu yang sementara," kata Dirk Schulze-Makuch, penulis the paper dan professor dari Wahington State University di Inggris.
Baca juga: Samsung Galaxy S10 Jawab Tantangan iPhone Tahun Depan
Terdapat bukti bahwa Bulan memiliki air yang cukup. Studi ilmu sebelumnya, menemukan ratusan juta metrik es air di Bulan.
Pada fase Bulan awal mungkin juga telah dilindungi oleh medan magnet untuk menjaga atmosfer dari matahari. Walaupun kondisinya mungkin memiliki kemampuan untuk pelindung, penemu percaya ini mungkin lebih bisa membawa beberapa meteor.
Baca juga: Xiaomi Mi A2 dan Mi A2 Lite Resmi Dirilis, Berapa Harganya?
Fosil cyanobacteria memiliki stomatolite, batuan sedimen yang dibuat berlapis dari bakteri yang bertumpuk. Sampel diteliti antara 3,5 dan 3,8 miliar tahun, sepanjang periode tumoltous di tata surya di mana terisi oleh meteor besar yang terlempar di antara susunan planet.
Meteor bisa memancing beberapa cyanobacteria di Bumi ketika permukaannya dihancurkan dan mendarat di Bulan. Beberapa bakteri mungkin bisa selamat dari dampaknya.
Terdapat beberapa mikroba yang berkembang di air dan di Bulan selama terjadi dampak di permukaan kering dan basah. Bukti pengumpulan dari beberapa teori, peneliti akan membutuhkan endapan batuan yang digores dari permukaan Bulan untuk melihat apakah ada tanda-tanda air dan indikasi lain yang diperlukan untuk kehidupan.
Ilmu pengetahuan menunjukkan eksperimen untuk melihat bagaimana cyanobacteria bisa bertahan di kondisi terbuka.
(Ahmad Luthfi)