Adapun alasan oli memiliki kode SAE yang berbeda-beda adalah memberikan kekentalan yang berbeda-beda. Terutama untuk penggunaan di daerah dengan suhu ekstrem.
Pada suhu dingin ekstrem, oli yang encer bakal lebih gampang mengalir. Sedangkan oli kental bisa-bisa berubah menjadi padat. Sehingga bisa dipastikan mesin sulit dihidupkan.
Lalu pada kondisi mesin panas, oli motor encer tidak bisa memberi efek pelumasan maksimal di dalam mesin. Maka dibutuhkan oli lebih kental.
[Baca Juga: Risiko Gonta-Ganti Merek Oli untuk Mesin Mobil]
(Abu Sahma Pane)