JAKARTA – GoPro mem-PHK 200-300 karyawannya pekan ini. Sebagian besar karyawan yang di-PHK tersebut berasal dari unit yang merakit drone Karma.
Dilaporkan TechCrunch, sebuah surat yang dikirimkan kepada karyawan menyatakan bahwa GoPro tengah melakukan restrukturisasi demi menyelaraskan sumber daya dengan bisnis yang lebih baik. Meski begitu, karyawan yang di-PHK itu masih akan mendapatkan gaji hingga Februari mendatang.
Baca: Jadi Pesaing YI 4K Plus, GoPro Hero 6 Bisa Rekam 4K 60 FPS
PHK karyawan kali ini tercatat keempat kalinya dilakukan GoPro sejak 2016. Perwakilan perusahaan sendiri enggan memberikan komentarnya terkait PHK karyawan tersebut. CEO GoPro - Nick Woodman sebelumnya berkata memiliki 1.254 karyawan hingga November lalu.
GoPro memang mengalami masa sulit pada 2016, namun terbilang pulih pada 2017. GoPro mencatat kuartal pertama yang menguntungkan dalam dua tahun. Hal ini tampaknya dihasilkan berkat keputusan PHK karyawan dan restrukturisasi.
GoPro Karma sendiri dirilis perusahaan pada Oktober 2016. Sayangnya beberapa minggu kemudian konektor baterai perangkat itu mengalami masalah hingga beberapa drone jatuh saat diterbangkan.
Baca juga: Sempat Ditarik, Drone GoPro Karma Akan Kembali Mengudara
Masalah itu juga menghantui GoPro selama 2017. Perusahaan kemudian memperbaiki masalah itu dan kembali menjajakannya di gerai-gerai, namun persaingan dari DJI pun tak kalah kuat sehingga GoPro belum sepenuhnya tenang.
Mencuat kabar GoPro sejak 2017 tengah mempersiapkan drone Karma edisi selanjutnya. Tak jelas bagaimana keputusan PHK karyawan Karma akan memperngaruhi perakitan perangkat itu. Demikian seperti dilansir The Verge, Senin (8/1/2018). (lnm).
(Kemas Irawan Nurrachman)