Itu berarti proses isi ulang bakal lebih sering ketimbang biasanya. Akibatnya, pasokan listrik untuk mobil cepat habis sehingga mengurangi masa pakainya.
Selain itu terdapat pula masalah etis yang berkaitan dengan fungsi sebenarnya kendaraan tersebut. Tesla Model S sebenarnya adalah mobil listrik yang dirancang untuk berkendara, bukan untuk menambang bitcoin. Artinya akan ada kendala dalam pengaturannya.
Baca juga: Nilai Tukar Bitcoin Tembus Rp128 Juta per Koin
Keberhasilan pemilik Tesla juga masih belum terungkap, apakah ia telah menghasilkan beberapa duit bitcoin atau hal ini hanya sebagai lelucon belaka.
Sebelumnya, aktivitas penambangan bitcoin sempat dilakukan dengan menggunakan smartphone. Perangkat yang digunakan adalah Samsung Galaxy S5 sebanyak 40 unit.
(Kemas Irawan Nurrachman)