JAKARTA - Mata uang virtual (cryptocurrency) lebih dari USD300 juta atau lebih dari Rp4 triliun hilang setelah pengembang tidak sengaja mengunci dana tersebut.
Mata uang virtual yang hilang itu berupa ether, yakni alat pembayaran virtual semacam bitcoin yang didistribusikan oleh Ethereum. Uang virtual itu disimpan melalui dompet virtual "multi-signature" yang dikembangkan oleh Parity.
Pada Selasa, 7 November 2017, Parity mengungkap bahwa terdapat sebuah bug yang memungkinkan peretas untuk menggondol uang senilai USD32 juta (sekira Rp43 miliar) di dompet multi-signature.
Baca juga: Ada-Ada Saja! Nih Aplikasi Teraneh yang Banyak Diunduh Pengguna Smartphone
Dompet itu sendiri membutuhkan lebih dari satu pengguna untuk memasukkan kunci mereka sebelum dana dapat ditransfer. Saat memperbaiki bug di dompet tersebut, ternyata teknisi Parity tak sengaja malah meninggalkan bug lain.