Viral! Penampakan Babi 'Hulk' yang Menggemparkan Warganet

Riani Angel Agustine, Jurnalis
Selasa 03 Oktober 2017 04:03 WIB
(Foto: Facebook)
Share :

PHNOM PENH - Sebuah video telah membuat gempar para pengguna sosial media. Video tersebut berisikan gambar seekor babi yang mirip karakter super hero 'Hulk' mutan yang dibesarkan oleh petani di Kamboja.

Dilansir dari Dailymail, Selasa (3/10/2017), perusahaan yang disebut Duroc Cambodia, tampaknya telah memodifikasi secara genetik hewan-hewan yang diternakannya dan hasilnya membuat para kritikus terkejut.

Video tersebut menunjukkan bahwa babi tidak dapat berjalan dengan baik karena otot tubuh mereka tumbuh secara tidak normal. Babi mutan tersebut dipelihara di provinsi Banteay Meanchey di Kamboja.

Video yang viral tersebut dipublikasi pada laman Facebook salah satu peternak di perusahaan tersebut.

Selain video, laman Facebook tersebut juga membagikan beberapa foto yang mengambarkan ketidakteraturan pertumbuhan otot pada seekor babi.

Otot yang dimiliki babi tersebut terlihat menonjol dan sangat mengkhawatirkan, mereka juga menawarkan berbagai layanan dari membeli babi tersebut untuk siapapun yang ingin memulai pertenakan babi.

Duroc Kamboja menawarkan sepasang alat kelamin laki-laki palsu dan air mancur sperma untuk membuat ikan bertuah secara artificial bagi mereka yang ingin menciptakan hewan anehnya sendiri.

Pencinta hewan yang melihat video dan foto tersebut dibuat merasa prihatin dan menyuarakan kemarahan mereka terhadap pemiliki perusahaan atau peternakan tersebut. Salah satunya adalah Janice Short, “Ini aneh. Jelas dibiakan dengan cara yang salah. Apakah tidak ada hukum untuk menghentikan hal semacam ini?” tulisnya. Sedangkan Ric Tucker menulis “Apa yang ingin Anda tunjukkan di sini? Berapa banyak daging yang bisa Anda hasilkan, atau seberapa buruk hewan ini diobati? Siapa pun yang merawat ini harus dikurung selamanya.”

Organisasi aktivis satwa PETA juga telah mengecam praktik tersebut dan berkata bahwa babi yang mirip 'Hulk' tersebut merupakan mimpi buruk, karena mereka merupakan hasil dari rekayasa genetik yang akan menghasilkan masalah kesehatan yang merugikan. PETA mengatakan bahwa babi tersebut sengaja dibiakkan untuk tumbuh dengan ukuran sangat besar dengan 'tumpukan simpul massa otot'.

Dengan membuat babi lebih besar, petani bisa menjual lebih banyak daging dan akhirnya menghasilkan lebih banyak uang, tapi dengan biaya kesejahteraan hewan. Masalah ini memiliki kemiripan yang mencolok dengan insiden 2015 di Korea Selatan dan China saat ilmuwan menciptakan 32 anak babi berotot ganda.

(Dini Listiyani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya