JAKARTA - Meski di luar angkasa terlihat sunyi, namun ternyata di sana tak benar-benar sunyi karena suara-suara aneh terkadang terdengar di luar angkasa.
Selama beberapa dekade terakhir, manusia telah mengirim sejumlah satelit ke tata surya yang jauh. Untuk alasan penelitian dan komunikasi, kapal-kapal ini ditinggalkan dengan sensor yang dirancang untuk "mendengar" hal seperti gelombang radio dan plasma yang mengalir dengan bebas melalui luar angkasa.
Dengan menggunakan perantara teknologi, manusia mampu mendengar gelombang luar angkasa ini. Berikut ini beberapa pengalaman sonik yang berhasil ditangkap NASA dalam beberapa dekade terakhir seperti dikutip dari PCMag, Jumat (15/9/2017).
Ionosfer Jupiter
Groovy track dikumpulkan oleh pesawat luar angkasa NASA Juno pada Februari 2017. Ini merupakan suara gelombang plasma di ionosfer Jupiter.
Cincin Saturnus
Statistik ini direkam oleh Cassini's Radio dan instrumen Plasma Wave Science milik Cassino saat ia melintas bidang cincin Saturnus pada Desember 2016.
Badai di Saturnus
Peneliti telah mencatat bukti petir jauh di dalam Saturnus sejak Voyager terbang. Permobakan statis-y ini dalam gelombang radio ditangkap oleh Cassino pada 2006 dan menunjukkan lingkungan yang kacau di bawah puncak awan Saturnus.
Bow Shock Jupiter
Matahari memancarkan aliran bermuatan angin matahari, yang bisa ditolak oleh gaya magnet yang kuat. Ketika angin matahari memenuhi kekuatan magnet kuat yang mengelilingi planet ini, ia akan dibelokkan dan semua energi geraknya diubah menjadi energi panas. Daerah berenergi ini dikenal sebagi bow shock.
Bumi Bersiul
Siulan aneh ini merupakan gelombang plasma yang berinteraksi dengan medan magnet bumi yang dicatat oleh probe Van Allen NASA.
(Dini Listiyani)