Senada dengan Schnell, pihak perusahaan akhirnya mengakui bahwa bocornya data itu merupakan kesalahan perusahaan. Hal ini disampaikan oleh pendiri dan CEO Essential, Andy Rubin dalam postingan blog baru di situs Essential.
“Kemarin, kami membuat kesalahan dalam fungsi layanan pelanggan kami yang menghasilkan informasi pribadi dari sekira 70 pelanggan yang dibagi dengan sekelompok kecil pelanggan lainnya. Kami telah menonaktifkan akun yang salah dikonfigurasi dan telah mengambil langkah-langkah internal untuk menambahkan perlindungan terhadap potensi hal ini kembali terjadi di masa depan. Kami mohon maaf atas kesalahan kami,” tulis bapak Android itu.
Sebagai gantinya, pelanggan yang terdampak akan ditawarkan satu tahun LifeLock, sebuah layanan perlindungan pencurian identitas. Demikian seperti dilansir IB Times, Kamis (31/8/2017). (lnm).
(Kemas Irawan Nurrachman)