Hal itu menempatkan Apple dalam posisi unik yaitu mereka tidak harus bergantung pada algoritma yang rumit dan menjual data pengguna kepada pengiklan untuk penghasilan mereka.
Chris Nicholson, CEO Skymind, perusahaan yang menangani machine learning mengatakan,”Cara paling langsung untuk membangun hal baru yang cerdas untuk menangani data pelanggan Anda adalah dengan menggunakan data yang banyak dan sama untuk melatihnya.”
“Semakin banyak data yang Anda miliki, semakin berharga hal yang Anda dapatkan. Google, Amazon, dan lainnya mendapatkan keuntungan dari itu dan Apple tidak,” imbuh Chris.
Siri dapat memilih data dalam telefon dan menawarkan lebih banyak dari dalam ponsel daripada Google Asisten, namun jika menyangkut pembelajaran mesin dan pemahaman kontekstual tentang apa yang dikatakan oleh pengguna, penawaran perangkat Google tersebut lebih jauh di depan. Demikian dinukil dari IBTimes, Rabu (19/7/2017).
(Kemas Irawan Nurrachman)