CALIFORNIA – Apple dikabarkan akan mengembangkan sebuah pusat data baru di Denmark. Pusat data tersebut dikatakan akan mulai beroperasi pada kuartal kedua 2019. Proyek ini masih dalam tahap awal dan sedang dalam peninjauan kembali. Namun, disebutkan pusat data baru ini akan sepenuhnya didukung oleh energi terbarukan.
Pusat data yang diumumkan akan menghabiskan biaya perusahaan sekira USD921 juta atau sekira Rp12,3 triliun, sementara fasilitas lain juga dijadwalkan untuk mulai dibangun di Irlandia dan Cupertino bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengembangkan sumber energi baru.
Dilansir dari Phone Arena, Selasa (11/7/2017), pusat data pada dasarnya adalah bangunan sangat besar yang penuh dengan ton server, dengan tujuan mendukung layanan dan proses nirkabel. Dalam kasus Apple, pusat data yang diumumkan akan memperkuat iTunes Store, App Store, iMessage, Maps, dan Siri untuk pengguna di seluruh Eropa.
Pusat data seperti itu akan membutuhkan jumlah energi yang luar biasa besar untuk dapat menunjang semua silicon yang mereka pegang di dalamnya. Cupertino telah memilih negara tersebut untuk lokasi pusat data untuk kedua kalinya, tampaknya hal tersebut dikarenakan infrastruktur energi terbarukan yang kuat di Denmark dan pasokan energi angin yang melimpah.
Pusat data pertama Apple di negara ini mulai beroperasi akhir 2017 di wilayah Viborg, Jutland, dan diduga sebagian didukung oleh limbah pertanian daur ulang, di antara sumber ramah lingkungan lainnya.
(Kemas Irawan Nurrachman)