JAKARTA - Bisnis digital bagi sebagian operator telekomunikasi di Tanah Air dianggap belum bisa memberikan keuntungan, sebelumnya Indosat Ooredoo telah memutuskan untuk menghentikan layanan e-commerce, Cipika.
Menurut Presiden Direktur XL Axiata, Dian Siswarini, bisnis digital memiliki matriks yang berbeda dengan bisnis telekomunikasi. "Jadi kalau digital, ukuran kesuksesan lain dengan telekomunikasi, bukan revenue," ujarnya di Jakarta, Rabu (14/6/2017).
Ia mengatakan, bukan berarti apabila banyak transaksi, sehingga otomatis revenue lebih banyak. "Istilahnya, performanya tidak bisa disamakan dengan telko," katanya.
Diakuinya, bisnis digital hanya menyumbang sekira 5 persen dari total pendapatan layanan digital. Sementara porsi terbesar masih berasal dari layanan data. "Kalau data sih gede, 65 persen terhadap total revenue. (XL) aman ke depan, karena kalau yang lain revenue turun, kita sudah, kita sudah akselerasi, perpindahan dari tradisional service ke data," jelasnya.
XL kini tengah melakukan fund raising untuk mendukung Elevenia. Selain itu, perusahaan juga memikirkan tentang bentuk lain dari XL Tunai. "Kalau kemarin masih USSD, kita lagi pikirkan ke arah yang lebih digital," pungkasnya.
(Ahmad Luthfi)