JAKARTA - Google tengah melangsungkan acara akbar bertajuk Google I/O Developer Conference yang digelar mulai Rabu 17 Mei 2017 waktu setempat di California, Amerika Serikat. Di gelaran tersebut, perusahaan teknologi ini turut mengumumkan handset virtual reality.
Sebenarnya, Google bukanlah satu-satunya perusahaan yang memiliki bisnis di bidang virtual reality (VR). Perusahaan seperti Samsung dan Facebook juga telah menyelami produksi handset tersebut dengan Gear VR dan Oculus Rift.
Di saat Google mencoba peruntungannya, mereka harus dihadapkan dengan kenyataan pasar yang lesu. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Nielsen, hanya sedikit masyarakat di Amerika Serikat yang mengatakan ingin membeli perangkat VR.
Meski saat ini pasar perangkat VR masih didominasi oleh perusahaan terkemuka seperti Samsung (Gear VR) dan Sony (PlayStation VR), namun jumlah penguasaan pasar yang mereka raih hanya sebesar 7%. Sementara headset VR Daydream milik Google hanya digunakan 4% dari jumlah populasi.
Berdasarkan survei yang dilakukan Thrive Analytics, lesunya penjualan perangkat VR dikarenakan kurangnya minat masyarakat terhadap perangkat itu masih rendah. Artinya, mereka masih belum tertarik untuk memilikinya.