SOLO - Presiden Republik Indonesia (RI) ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie merasa bangga akan perkembangan teknologi saat ini. Rasa bangganya ini disampaikan pada saat acara Seminar Sinergi Pendidikan Tinggi Riset dan Bisnis Melalui Inovasi untuk Daya Saing Bangsa di salah satu Hotel Solo.
Kebanggaan terhadap perkembangan teknologi di Tanah Air lantaran dia merasa perkembangannya sangat melesat. "Pada 1998, sejumlah perusahaan teknologi strategis milik negara terguncang pasca-reformasi. Jika tidak begitu, Indonesia bisa lebih melesat dibanding saat ini," kata Habibie, Selasa (9/8/2016).
Saat ini sejumlah karyawan, lanjutnya, yang dulu pernah bekerja di perusahaan strategis Tanah Air makin berjaya. Pasalnya mereka justru ditampung oleh perusahaan milik Asing dan malah mengembangkan tempat mereka bekerja.
Dalam hal ini bisa diambil contoh perusahaan Boeing dan Airbuss. Untuk mengembalikan pekerja tersebut hanyalah rasa nasionalisme bangsa dan cinta Tanah Air, dilihat secara materi, mereka sudah lebih dari cukup.
(Dini Listiyani)