JAKARTA - General Motors Indonesia (GMI) selaku agen pemegang merek (APM) mobil Chevrolet di Indonesia menghentikan produksi mobil low MPV Chevrolet Spin sejak pertengahan 2015. Saat ini unitnya sudah habis di pasaran.
Belum ada kejelasan apakah GMI akan mendatangkan mobil ini kembali ke Indonesia. Jangankan sampai ke situ, di mana produksi Spin dilanjutkan saja masih belum jelas. Isu yang berkembang adalah India.
Terlepas dari hal itu, minat orang untuk memiliki Spin ternyata masih tinggi. Ketua Umum komunitas Chevrolet Spin Indonesia (CSI) Ian Ananta mengungkapkan, tingginya minat terhadap Spin turut memengaruhi harganya di pasaran.
"Sekarang saja untuk tipe LTZ matik (varian tertinggi Spin mesin bensin) tetap Rp150 juta," sebut Ian kepada Okezone, belum lama ini.
Namun, tipe yang paling mahal justru LTZ mesin diesel yang harga bekasnya saat ini mencapai Rp170 juta. "Yang banyak diburu diesel, karena kan mesinnya sudah 1.300 cc, turbo, dan iritnya minta ampun. Satu liter bisa rata-rata untuk 20 kilometer. Kalau dieselnya hanya itu, tidak ada tipe lain," paparnya.