BERLIN - Pengamat ekonomi dari ING Jerman, Carsten Brzeski, berpendapat dampak skandal emisi yang dilakukan Volkswagen (VW) bisa lebih parah dari krisis utang yang dialami Yunani.
Menurut Carsten, VW yang beberapa bulan terakhir menyandang gelar sebagai produsen mobil terlaris di dunia setelah menggeser Toyota, mempekerjakan 270 ribu orang di Jerman. Selain itu, VW merupakan salah satu perusahaan automotif andalan Jerman.
"Tiba-tiba, dampak kasus VW bisa lebih besar risikonya bagi ekonomi Jerman dibanding krisis utang Yunani. Jika penjualan VW terjun bebas di Amerika Utara dalam beberapa bulan ini, dampaknya tidak hanya bagi perusahaan, tapi juga bagi ekonomi Jerman secara keseluruhan," ungkap Carsten, seperti dikutip dari
Reuters, Kamis (24/9/2015).
Hal ini cukup beralasan. Produsen mobil yang berbasis di Wolfsburg, Jerman, itu menjual hampir 600 ribu mobil di Amerika Serikat selama 2014 saja. Jumlah tersebut menyumbang sekira 6 persen dari total penjualan global VW setiap tahun yang mencapai 9,5 juta unit.
Buntut dari skandal emisi gas buang ini, Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) AS menghukum VW dengan membayar denda USD18 miliar. Jumlah itu lebih besar dari keuntungan yang diperoleh VW tahun lalu.
Meski jumlah tersebut masih bisa dibayar VW yang memiliki dana segar USD24 miliar, tetap saja efek dari skandal ini tetap terus bergulir. Salah satunya pemotongan jumlah tenaga kerja besar-besaran.
Bisa dibayangkan bagaimana jika skandal yang dialami VW ini juga merembet ke produsen Jerman lainnya seperti BMW dan Mercedes Benz. Pemerintah Jerman sendiri menegaskan, industri automotif merupakan pilar penting bagi ekonomi negara.
"Ini industri yang paling inovatif dan sukses bagi Jerman dengan merekrut banyak tenaga kerja," kata juru bicara kementerian perekonomian Jerman.
Pada 2014, sekira 775 ribu orang bekerja di sektor industri automotif. Angka itu hampir 2 persen dari total tenaga kerja di Jerman. Industri komponen automotif juga termasuk penyumbang pemasukan besar bagi Jerman. Ekspor komponen automotif dari Jerman saja menembus 200 miliar euro pada 2014. Jumlah tersebut hampir 25 persen dari total ekspor Jerman.
"Ini sebabnya skandal VW bukan hal sepele. Perekonomian Jerman terpukul sampai pada intinya," ucap Michael Hauther, kepala institut ekonomi IW Jerman.
Seperti diberitakan, VW diketahui melakukan kecurangan dengan memasang perangkat lunak pada mobil-mobil bermesin dieselnya. Perangkat lunak itu bekerja dengan memberikan data emisi gas buang sesuai standar yang berlaku di AS hanya pada saat pemeriksaan oleh otoritas. Namun pada penggunaan sehari-hari, perangkat lunak itu akan mengubah kembali setting emisi di atas ambang batas yang diperbolehkan di AS. Hampir 500 ribu mobil VW di AS menggunakan perangkat lunak tersebut sehingga memancing recall.
(Dian AF)