"Orang-orang lebih suka game simpel, terunduh 75 ribu sejak dirilis 5 Agustus 2014. Bikinnya sehari," ujarnya. Game tersebut tampaknya belum akan dibuat untuk versi iOS atau Windows Phone.
"Kita bisa (bawa ke) platform lain, tetapi strategi belum kuat. Kalau iOS, persaingannya gila, Windows Phone, enggak terlalu revenue. Paling memungkinkan itu Android, karena marketnya gede. 88 persen pengguna Android di Indonesia," tuturnya.
Ia menceritakan awal mula berdirinya Amagine Interactive. "Main-mainnya sejak 2011 terus baru fokus, ngebet-ngebetnya 2013 akhir. Jadi kita dari 2011, trus KKN, KHP, ya mahasiswa lah, break di 2013 awal sampai pertengahan, pokoknya skripsi harus selesai dulu, baru 2013 akhir kita mulai (lagi)," jelasnya.
Dennis mengungkapkan, anggota tim di Amagine Interactive berasal dari kampus UGM, fakultas teknik jurusan teknologi informasi (TI). Sembilan anggota ini terdiri dari artist, producer, desainer serta programmer. "Sejak pertama total game yang pernah kita bikin dan kita bikin bareng orang lain ada 13 game. Yang bisa di-download di Playstore ada 10 game," jelasnya.
Mereka menciptakan aplikasi dengan mesin game Unity. "Dia (Unity) bisa 3D, tetapi kita masih 2D. Secara teknologi, (Unity) enak, mudah dan gampang diajarkan," tambahnya.