JAKARTA - Setiap mobil yang dilahirkan produsen rata-rata memiliki DNA yang jelas. Namun tidak untuk Astra Daihatsu Ayla, yang merupakan produk program Low Cost Green Car (LCGC).
Mark Yoshua Widjaja, Senior Styling Designer R&D Astra Daihatsu Motor (ADM) yang menjadi otak di balik terciptanya Ayla menyebut, mobil mungil hasil desainnya ini tidak memiliki jati diri yang jelas. Meski demikian mobil ini mudah untuk dimodifikasi.
"Ayla menurut saya itu misterius. Kalau orang sekarang bilang GJ (Gak Jelas) identitasnya. Tidak jelas karena Ayla ini kategorinya LCGC," ungkapnya kepada Okezone beberapa waktu lalu.
"Saya bilang ini justru menarik karena kebanyakan mobil keluar sudah terlihat identitasnya dan Ayla sesuatu yang lain. Dia punya desain bisa dibawa kemana-mana tergantung si pemiliknya. Tergantung personalitinya," lanjutnya.
Lebih lanjut desainer kelahiran Surabaya 26 Juli 1977 itu mengatakan Ayla akan memanjakan para pecinta modifikasi. Desainnya yang sederhana akan memudahkan pemilik mobil untuk mengeksplorasi gaya seperti apa yang diinginkan.
"Pengguna itu pasti senang sama Ayla, karena bebas untuk gaya modifnya. Mau dibawa sporty bisa, elegan bisa, mau dibawa kemana saja bisa secara desain. Ayla tidak melulu harus sporty," urainya.
Pria jebolan ITS (Institut Teknologi Sepuluh November) Jurusan Desain Produk Industri S1 Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ini menilai, kalau low cost car seperti ini tidak bisa seenaknya pakai velg besar. Tapi Ayla ini sebuah mobil yang pada dasarnya gampang untuk dimodif..
“Ayla adalah bahan yang bisa dengan mudah dimodifikasi. Apapun gaya modifikasinya, bisa dipadukan dengan desain awal Ayla,” tutup Mark.
(Azwar Ferdian)