JAKARTA - SAP Indonesia mengumumkan PT Triputra Agro Persada (TAP) sebagai pengadopsi software solusi WCS Plantation yang berbasis SAP. Solusi tersebut khusus bagi industri perkebunan dan merupakan pengembangan dari solusi inti SAP Enterprise Resources Planning (ERP) dengan penambahan WCS Vertical Solution.
"Dalam WCS vertikal solution ada Checkroll. Melaluinya, mulai back office sampe ke bagian luar yaitu gaji untuk buruh lepas harian bisa ditangani. Dengan SAP ini bisa menghemat waktu, data laporan dari lapangan bisa langsung. Hal ini juga bisa berdampak pada penghematan," terang Marketing Executive Sri Rusmawati PT Wilmar Consultancy Service (WCS), di sela-sela Peluncuran Implementasi WCS Plantation, di Jakarta, Senin (30/4/2012).
SAP ERP sendiri merupakan solusi yang mendukung fungsi proses bisnis dan efisiensi operasional perusahaan untuk berbagai macam industri. Sedangkan pengembangannya, WCS Vertical Solution terdiri dari modul Estate Management yang digunakan untuk menangani kegiatan agronomi perkebunan. Selain itu ada modul Checkroll untuk mengakomodir penggajian buruh lepas harian di kebun.
"Solusi inti SAP ERP merupakan sistem yang terintegrasi dalam mendukung proses bisnis perusahaan di berbagai industri. Kami menyambut baik keputusan Triputra Agro Persada untuk menggunakan solusi ini," ujar Head of Small and Medium Enterprise, SAP Indonesia, Sugiharto Jakinsjah.
Sedangkan Chief Financial Officer Triputra Group, Erida Gunawan berpendapat, "Dengan implementasi sistem baru, proses kerja di TAP diharapkan menjadi lebih efektif dan efisien. Sehingga sistem ini akan dapat jadi pondasi yang kuat untuk mendukung perkembangan bisnis TAP yang akan datang."
Solusi SAP WCS Plantation akan digunakan untuk mendukung operasional kebun, mill maupun proses finansial dan pembelian. Dalam sistem tersebut, solusi yang diimplementasikan adalah SAP ERP ECC 6.0 dengan modul Finance, Controlling, Material Management, Sales&Distribution, Production ditambah WCS Vertical Solution. Implementasi tersebut diharapkan akan Go Live pada kuartal 4 2012.
(Fetra Hariandja)