CALIFORNIA - Microsoft mengatakan telah menemukan 5 persen dari aplikasi Windows Phone yang tidak akan bekerja pada sistem operasi yang baru saja dirilisnya untuk ponsel low end.
Diwartakan TechWorld, Selasa (28/2/2012), pada Senin lalu Microsoft mengumumkan bahwa ponsel dengan memori hanya 256MB dan prosesor 7x27 akan dapat menjalankan Windows Mobile. Nokia dan ZTE adalah salah satu perusahaan pertama yang mengumumkan ponsel dengan spesifikasi baru tersebut.
Sementara industri telah mengacu pada perilisan sistem operasi low end ini sebagai Tango, Microsoft belum menggunakan nama serupa dalam posting blog yang berkaitan dengan pengumuman itu.
Microsoft kini telah merilis sebuah update versi awal ke SDK yang digunakan pengembang sebagai alat membangun aplikasi untuk OS mobile. SDK yang telah diperbarui akan memungkinkan pengembang menjalankan aplikasi mereka dalam sebuah emulator, sehingga bisa menentukan bagaimana aplikasinya akan bekerja pada perangkat low end.
Joe Belfiore, Vice President of Windows Phone Product Management dalam posting blognya menulis bahwa versi akhir dari SDK, yang akan membuat pengembang mempublikasikan aplikasi, akan tersedia bulan depan.
Perusahaan besutan Bill Gates tersebut akan menghubungi para pengembang aplikasi untuk menasihati mereka tentang bagaimana cara menjadikan aplikasi mereka kompatibel dengan ponsel baru. Dia juga menulis bahwa dalam kebanyakan kasus, aplikasi tersebut harus menggunakan lebih sedikit memori.
Pengembang dari aplikasi tersebut juga dapat memutuskan untuk tidak membuat aplikasi mereka tersedia untuk ponsel baru itu.
Microsoft mengatakan bahwa mereka akan mulai menawarkan aplikasi di Marketplace tersebut ke 23 pasar baru dalam beberapa bulan mendatang, termasuk di Bulgaria, Irak, Thailand dan Kazakhstan.
(Susetyo Dwi Prihadi)