Data bagi sebuah perusahaan adalah harta yang tak ternilai harganya. Karena itu, seyogianya disimpan di tempat yang aman, layaknya lemari khusus. Namun, upaya tersebut kadang belum menjamin keamanan yang maksimal. Pasalnya, model pengamanan kuno seperti ini masih tergolong rentan terhadap berbagai ancaman yang datangnya sulit diduga, seperti banjir, kebakaran, atau serangga pemamah kertas.
Pasrah. Tidak juga. Di era digital seperti sekarang ini ada tawaran yang lebih menjanjikan, yakni menyimpan data dalam bentuk soft copy (file). Untuk mengubahnya dari bentuk hard copy pun caranya sangat mudah, yakni dengan memanfaatkan scanner. Saat ini, di pasar banyak tersedia produk scanner dengan spesifikasi yang beragam. Dari sisi teknologi, alat ini dirancang makin canggih. Bentuknya pun makin ringkas dan compact.
Untuk soal yang terakhir itu, lihat saja produk scanner terbaru dari Canon. Di antaranya tipe ScantFront 220/220P yang mulai dipasarkan sejak awal bulan ini. Sepintas, karena dilengkapi layar LCD berukuran 8,5 inci, alat ini lebih mirip komputer jinjing. Beratnya hanya 3,4 kilogram, panjang 31 sentimeter, lebar 24 sentimeter, dan tebalnya kurang dari 16 sentimeter.
Kendati sosoknya tergolong mungil, tapi memiliki kelebihan yang mengagumkan. Antara lain pengoperasiannya bisa dilakukan dengan teknologi layar sentuh (touch screen). Boleh dikata, †Baru Canon-lah yang mulai memasarkan scanner dengan teknologi ini,� kata Aviantri Faiza, Asisten Marketing Manager PT Datascrip (distributor berbagai produk Canon di Indonesia).
Lewat sentuhan di layar monitor, hasil scanner dapat disimpan atau didistribusikan sesuai perintah. O ya, ScantFront 220/220P sejatinya bisa dihubungkan dengan jaringan komputer yang ada. Karena itu, data digital yang dihasilkannya dapat didistribusikan ke dalam USB, server, atau folder data yang ada di personal computer. Jika tidak pun, dengan fasilitas memori yang dimilikinya (kapasitasnya sebesar 512 MB), ScantFront 220/220P masih bisa dimanfaatkan untuk menyimpan sejumlah data.
Yang terpenting, alat ini juga dilengkapi sistem pengamanan teramat canggih. Contohnya, bila suatu data sudah didistribusikan, secara otomatis akan terhapus dari memori scanner. ScantFront 220/220P juga dilengkapi log tracking, yang secara otomatis akan mencatat setiap pemakaian. Bahkan cukup detail, mulai dari waktu dan lamanya pemakaian, hingga banyaknya dokumen yang dipindai. Lewat catatan ini, cenderung bisa dilacak siapa pemakainya dan dokumen apa saja yang telah dipindai.
Agar pemanfaatannya terhindar dari tangan-tangan jahil yang tak bertanggung jawab, ScantFront 220/220P juga dilengkapi sistem password. Khusus pada tipe ScantFront 220P, bahkan dilengkapi alat pendeteksi sidik jari. Bila tidak mengenali sidik jari si pengguna, niscaya sang alat akan menolak dioperasikan.
Beragam format data bisa dipindai lewat alat ini. Mulai dari seukuran kartu nama hingga A3. Karena bukan alat fotokopi, si pengguna pun tak perlu repot-repot membolak-balik kertas, karena ScantFront 220/220P mampu mendeteksi data yang tercetak pada dua sisi kertas.
Alat ini juga bisa bekerja secara high speed, yakni setiap menitnya bisa memindai sebanyak 26 lembar. Dengan kemampuan seperti itu, ScantFront 220/220P mampu memindai data hingga 500 lembar (1 rim) sekaligus. Jika berminat memiliki scanner dengan kecepatan yang lebih tinggi lagi, seyogianya memilih produk Canon bertipe DR-9080C. Hanya dalam waktu satu menit alat ini bisa memindai sebanyak 90 lembar.
(Sarie )