JAKARTA - Chery C5 CSH meluncur pada pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Mobil hybrid tersebut dibanderol tak sampai Rp400 juta.
President Director Chery Group Indonesia, Zeng Shuo, menjelaskan Chery C5 CSH dikembangkan dengan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pasar lokal. Menurutnya, konsumen Indonesia membutuhkan kendaraan yang tidak hanya hemat energi, tetapi juga memiliki performa kuat dan desain modern.
“Chery C5 CSH kami rancang untuk konsumen yang membutuhkan mobil untuk penggunaan harian maupun perjalanan lintas kota. Dengan konsep one car, two vibes, kendaraan ini menjadi solusi ideal bagi keluarga muda dan para profesional,” ujar Zeng Shuo di arena IIMS 2026, Kamis (5/2/2026).
Konsep “One Car, Two Vibes” menjadi inti dari pengembangan Chery C5 CSH, yang memadukan performa yang responsif dan desain stylish. Dari sisi performa, Chery C5 CSH menawarkan akselerasi 0-100 km hanya 7.7s dan responsivitas tinggi.
Sementara dari sisi desain, kendaraan ini hadir sebagai crossover SUV modern dengan tampilan kekinian.
Chery C5 CSH mampu menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer dalam satu kali pengisian bahan bakar dan baterai. Konsumsi BBM diklaim hingga 20,4 km/l (NEDC) serta emisi karbon rendah hingga 120 g/km, dengan highlight efisiensi termalnya mencapai 44,5% dan highlight efisiensi ev mencapai 98,5%.
Dari sisi keselamatan, Chery C5 CSH dilengkapi 7 airbags (front, side, middle dan curtain). Selain itu, model ini dilengkapi 14 fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) dengan 4 fitur baru ADAS antara lain lane change assist (LCA), forward collision warning (FCW), lane departure prevention (LDP), intelligent high-beam control (IHC).
Chery C5 CSH resmi diperkenalkan di IIMS 2026 dengan harga mulai dari Rp399,9 juta on the road.
Vice Country Director Chery Business Unit, Budi Darmawan Jantania, menegaskan kehadiran C5 CSH merupakan bagian dari strategi jangka panjang Chery dalam membangun keluarga CSH yang semakin lengkap.
“Chery C5 CSH adalah langkah penting dalam menghadirkan transisi menuju elektrifikasi yang lebih realistis bagi konsumen Indonesia,” tutur Budi.
(Erha Aprili Ramadhoni)