Investasi Perakitan Kendaraan Listrik di Indonesia Capai Rp4,49 Triliun

Muhamad Fadli Ramadan, Jurnalis
Senin 04 Maret 2024 11:19 WIB
Investasi perakitan kendaraan listrik di Indonesia capai Rp4,47 triliun. (Ilustrasi/Freepik)
Share :

JAKARTA - Industri mobil listrik di Indonesia mulai diramaikan dengan sejumlah brand yang juga membangun fasilitas pabrik. Hal ini membuat nilai investasi untuk kendaraan listrik mencapai Rp4,49 triliun.

Hal itu sebagaimana diungkapkan Direktur Industri Maritim Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kemenperin Hendro Martono dalam acara Sosialisasi Insentif, yang digagas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jumat (1/3/2024).

Hendro mengatakan, saat ini ada empat perusahaan bus listrik di Indonesia dengan kapasitas produksi 1.980 unit per tahun. Total investasi fasilitas pabrik untuk perakitan mobil listrik itu mencapai Rp0,36 triliun.

“Empat perusahaan perusahaan mobil listrik dengan total produksi 44 ribu unit per tahun dengan total investasi Rp3,7 triliun,” kata Hendro seperti dikutip dalam kanal YouTube Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Hendro mengatakan, saat ini ada 54 perusahaan yang memproduksi kendaraan listrik roda dua dan tiga di Indonesia. Kapasitas produksi dalam setahun mencapai 1,51 juta unit, dengan total investasi Rp0,86 triliun.

Total investasi untuk kendaraan listrik di Indonesia mencapai Rp4,49 trilun dari 62 perusahaan. Peningkatan ini terjadi seiring rencana pemerintah Indonesia dalam percepatan elektrifikasi di Tanah Air.

Hendro juga menjelaskan, pemerintah Indonesia berkomitmen mengatasi masalah perubahan iklim global. Langkah tersebut sesuai dengan amanat Perjanjian Paris untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, termasuk CO2.

Salah satu langkah yang diambil adalah meningkatkan industri dan populasi kendaraan listrik di Indonesia, dengan memberikan berbagai insentif. Hendro menyebut, industri otomotif Tanah Air ditargetkan memproduksi 400 ribu unit kendaraan listrik roda empat atau lebih pada 2025.

“Produksi ini diproyeksikan dapat mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sebanyak 5 juta barel per tahun dan menurunkan emisi karbon sebanyak 1,84 juta ton per tahun,” ucap Hendro.

Diketahui, saat ini Wuling dan Hyundai telah melakukan perakitan mobil listrik di Indonesia. Selain itu, MG dan Chery telah berinvestasi untuk melakukan perakitan kendaraan ramah lingkungan milik mereka di Tanah Air.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya