Sebentar Lagi Kualitas Pertalite Bisa Jadi Pertamax, Kok Bisa?

Muhamad Fadli Ramadan, Jurnalis
Rabu 07 Desember 2022 22:00 WIB
Ilustrasi. (Foto: Dok.Okezone)
Share :

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal segera mempercepat implementasi bioetanol di Indonesia. Langkah ini diklaim bakal membuat mobil lebih ramah lingkungan.

Peta jalan terkait implementasi bioetanol ini telah dilakukan sejak tahun lalu. Proyek ini melibatkan tim riset dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Proyek ini juga didukung oleh US Grains Council (USGC) guna mendorong penggunaan bioetanol untuk kendaraan bermotor dan mempersiapkan industri bioetanol di Indonesia.

Dalam sambutannya pada seminar Peluncuran Peta Jalan untuk Percepatan Implementasi Bioetanol, Direktur Bioenergi Edi Wibowo mengungkapkan, belum lama ini Presiden Jokowi telah meluncurkan program Bioetanol tebu untuk mendukung ketahanan energi,

“Saya ingin mengucapkan terima kasih atas inisiasi tim riset ITB untuk membuat kajian peta jalan percepatan implementasi Bioetanol. Semoga kolaborasi ini terus berjalan baik sehingga program bioetanol ini bisa sesuai harapan,” kata Edi, dikutip dalam laman Kementerian ESDM.

Disebutkan, pencampuran bioetanol telah diujicobakan dengan kandungan 2% (E2) di Jawa Timur pada 2018 lalu. Namun, hasil menunjukan harga BBM campuran bioetanol masih sedikit di atas harga BBM non-PSO.

Sementara itu, pakar bioenergi ITB Prof Tatang Hernas Soerawidjaja mengatakan, campuran bioetanol dapat menjadi solusi menurunkan polutan emisi kendaraan.

Penggunaan bioetanol diklaim mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 43% termasuk CO2, NOx dan Partikel PM2.5. Proyek ini juga diklaim mampu meningkatkan bauran energi terbarukan Indonesia yang ditargetkan mencapai 23% pada tahun 2025.

Nilai oktan sebesar (RON) 128 dapat mengurangi emisi karena meningkatkan kualitas pembakaran BBM pada kendaraan.

Rencananya, roadmap ITB mempersiapkan implementasi bioetanol dengan target jangka pendek selama (3 tahun), menengah (5 tahun), dan panjang.

Disebutkan, target jangka pendek dari roadmap dimulai dengan intruduksi campuran 5% etanol atau E5 secara terbatas di Provinsi DKI Jakarta dan Surabaya.

“Campuran E5 etanol dapat dimasukan ke dalam BBM jenis Petralite sehingga kualitas RON meningkat setara Pertamax. Nantinya. hasil campuran ini akan menjadi produk Pertamax E-5,” ujar Tatang.

(Citra Dara Vresti Trisna)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya