CUPERTINO – Apple telah menggulirkan program penggantian baterai akibat keluhan pengguna karena iPhone-nya dirasa lemot. Sayangnya langkah tersebut rupanya malah akan mengurangi penjualan iPhone di tahun ini.
Klaim tersebut muncul dari seorang analis Markclitz Markclitz. Menurutnya penggantian baterai iPhone dengan potongan harga, bisa mengurangi penjualan smartphone baru sebanyak jutaan unit di 2018.
Baca: iPhone Lawas Lemot, Apple Minta Maaf
“Meski sedikit pengguna yang memilih penggantian baterai ketimbang upgrade, hal tersebut berdampak signifikan pada penjualan iPhone,” tulis Markclitz dalam sebuah catatan.
Moskowitz memperkirakan sekira 519 juta pengguna memenuhi syarat untuk penggantian baterai. Dari jumlah tersebut, menurut Moskowitz hanya 10% yang memilih mengganti baterai dan 30% lainnya memutuskan untuk tidak mengupgrade iPhone mereka di tahun ini.
Artinya, Apple bisa kehilangan 16 juta penjualan unit iPhone yang di-upgrade pengguna di 2018.
Baca juga: Apple Bebaskan Syarat Penggantian Baterai untuk iPhone 'Lemot'
Sebagaimana diketahui, pengguna iPhone lawas merasakan pelambatan perangkat setelah meng-update ke iOS terbaru. Rupanya update tersebut ditujukan Apple untuk memanajemen baterai agar iPhone tak mati mendadak.
Sayangnya, dampak dari keputusan itu kecepatan kinerja iPhone menjadi menurun. Demikian seperti dilansir Bloomberg, Jumat (5/1/2017). (lnm).
(Kemas Irawan Nurrachman)