JAKARTA - Peneliti menciptakan sistem kecerdasan buatan yang dapat memecahkan kode captcha. Atas kemampuannya itu, captcha kemungkinan akan lagi dianggap efektif dan telah usang.
Captcha digunakan untuk melakukan pemeriksaan agar memblokir bot yang berpotensi berbahaya dari situs web. Kode captcha biasanya memberikan sebuah teka-teki yang dapat ditebak oleh manusia sehingga ditembus oleh komputer.
Sistem keamanan melalui captcha telah muncul sejak 1990 dan dianggap cukup menyebalkan bagi sebagian pengguna internet. Namun dengan adanya temuan ini, peneliti menganggap sudah saatnya mereka beralih dari captcha.
Baca juga: Gokil! Niat Bunuh Diri Bisa Diketahui dengan Kecerdasan Buatan
Dikutip dari Independent, Kamis (2/11/2017), perusahaan bernama Vikariat berhasil merancang kecerdasan buatan yang disebut Jaringan Kognisi Rekursif (RCR). Sistem itu memiliki kemampuan pemecahan kode captcha yang mendekati kemampuan manusia.
"Dengan satu model, kita mencapai tingkat akurasi 66,6% pada reCAPTCHA, 64,4% pada BotDetect, 57,4% di Yahoo, dan 57,1% di PayPal, semuanya secara signifikan berada di atas tingkat 1% di mana CAPTCHA dianggap tidak efektif," tulis mereka.
Baca juga: Unik! UEA Punya Menteri "Artificial Intelligence" Pertama di Dunia
Para peneliti mengungkap mereka mampu memecahkan beragam jenis captcha berbasis teks hanya dengan data penelitian yang minim.
"RCR mematahkan pertahanan segmentasi dengan cara yang mendasar dan dengan sedikit data pelatihan, yang menyarankan agar situs web beralih ke mekanisme yang lebih kuat untuk memblokir bot," imbuhnya.
(Kemas Irawan Nurrachman)