JAKARTA - Pendiri dan mantan CEO Microsoft, Bill Gates, diketahui tak menyukai tombol 'Ctrl-Alt-Del' yang ada di setiap keyboard. Orang terkaya di dunia itu menganggap cara pintas 'Ctrl-Alt-Del' merupakan tak efisien.
Sebagaimana diketahui, tombol 'Ctrl-Alt-Del' merupakan cara untuk untuk memaksa sistem Windows berhenti berfungsi. Ketiga tombol tersebut biasa digunakan untuk memulihkan sistem saat mengalami masalah freeze. Fungsi tombol itu juga dapat menampilkan Task Manager atau untuk me-reboot sistem.
Dikutip Ubergizmo, Jumat (22/9/2017), Bill Gates sempat mengungkapkan ketidaksukaannya terhadap tombol 'Ctrl-Alt-Del' pada 2013. Saat itu Gates mengatakan bahwa fungsi tombol itu sebagai kesalahan.
Gates mengungkap bahwa pihak yang mempertahankan tombol itu ada sampai saat ini ialah IBM. Perusahaan itu dikatakan mendesain keyboard dan tak memungkinkan Microsoft untuk membuat sebuah tombol pengganti.
"Orang yang melakukan desain keyboard IBM tidak ingin memberi kami satu tombol pun," ungkapnya kala itu.
Dalam sebuah acara yang diadakan oleh Bloomberg, Gates kembali mengungkapkan ketidaksukaannya. Ia mengatakan bahwa seharusnya mereka dapat membuat tombol pilihan di keyboard-nya.
"Perangkat keras PC keyboard IBM hanya memiliki satu cara agar bisa mendapatkan penyelaan yang terjamin," jelasnya saat ditanya mengenai fungsinya.
"Jadi, orang-orang jelas terlibat. Mereka seharusnya memasukkan tombol lain untuk membuatnya bekerja. Banyak alat saat ini memiliki fungsi yang lebih jelas," tambahnya.
(Kemas Irawan Nurrachman)