DETROIT - Hakim Pengadilan Federal di Detroit, Amerika Serikat, menjatuhkan hukuman penjara selama 40 bulan atau 3 tahun dan empat bulan terhadap pegawai Volkswagen, (VW) James Lian, terkait kasus skandal manipulasi emisi gas buang kendaraan diesel.
Skandal emisi pada kendaraan diesel VW group diungkap oleh Lembaga Perlindungan Lingkungan AS (EPA) pada 2015 hingga kasus ini menjalar ke berbagai negara, termasuk Asia dan Eropa.
(Baca Juga: Dampak Skandal Emisi VW Dirasakan Pengaruhnya di Indonesia)
Vonis terhadap Liang tersebut lebih berat dari tuntutan jaksa yang hanya memberikan hukuman 3 tahun penjara. Tidak hanya itu, Hakim Pengadilan Distrik AS Sean Cox juga memerintahkan Liang untuk membayar denda sebesar USD200 ribu. Angka itu 10 kali lipat lebih tinggi dibandingkan tuntutan jaksa.
Menurut Cox, hukuman kepada Liang ini bisa menjadi pelajaran bagi para insinyur dan pejabat perusahaan automotif lainnya untuk tidak menipu konsumen dan regulator.
(Baca Juga: Ini Dampak Terparah Skandal Emisi VW)
Pria berusia 63 tahun itum kata Cox, telah melakukan konspirasi jangka panjang dengan menipu konsumen mengenai kadar emisi pada mesin diesel kendaraan mereka. "ni merupakan masalah serius dan kejahatan melawan sistem ekonomi kita," tegas Cox, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (26/8/2017).
Pada pekan lalu jaksa menuntut Liang dengan hukuman penjara 3 tahun. Hukuman yang dikenakannya diperingan karena dia mau bekerja sama dengan penyelidik untuk mengungkap skandal terbesar dalam dunia automotif modern saat ini. Sesuai hukuman federal yang berlaku, Liang bisa saja dituntut hukuman penjara selama 5 tahun.
Sementara itu pengacara Liang juga mengajukan permintaan untuk penahanan rumah dan pelayanan masyarakat.
Namun proses hukum belum selesai, Liang masih bisa mengajukan banding. Saat ini ia masih berstatus sebagai pegawai VW, namun bukan lagi engineer.
Seperti diketahui, pada Maret lalu VW mengakui kesalahan atas tiga tuduhan terhadap jaksa. Pabrikan automotif Jerman itu juga setuju untuk membayar USD25 miliar untuk membayar klaim serta menawarkan membeli kembali sebanyak 500 ribu unit kendaraan dari konsumen.
(Baca Juga: Masalah Skandal Emisi, Volkswagen Setuju Beli Kembali Mobil Diesel Konsumen)
VW dituding melakukan manipulasi data emisi kendaraan dari regulator di AS dan Eropa sejak 2006 hingga 2015. Kadar emisi pada mobil diesel VW yang dilaporkan kepada regulator tidak sesuai dengan kenyataan saat kendaraan digunakan sehari-hari.
(Baca Juga: Skandal Emisi, Konsumen Ramai-Ramai Gugat Volkswagen)
(Dian AF)