BEIJING - Alih-alih ingin tunjukkan kemampuan dalam mengembangkan teknologi mobil tanpa sopir atau berteknologi otonom, seorang bos perusahaan teknologi terbesar di China, Baidu, terpaksa berurusan dengan polisi.
Pasalnya, pria bernama Robin Li itu menaiki mobil berteknologi otonom dalam kondisi tangan tidak menyentuh setir dan melanggar aturan berlali lintas di Kota Beijing. Aksi itu disiarkan langsung melalui streaming internet.
Li bahkan jelas mengungkapkan bahwa saat itu ia melajukan mobil di jalan ring road lapis lima di Beijing. Demikian dilaporkan People’s Daily Online, Kamis (6/7/2017).
Karena disiarkan melalui internet dan ditonton oleh banyak orang, polisi pun mengetahui kasus ini dan melakukan penyelidikan.
Aksi itu dilakukan Li untuk menunjukkan kemampuan perusahaannya dalam mengembangkan teknologi otonom pada mobil sambil menuju ke lokasi acara. Di tengah aksi mengendarai mobil sambil lepas tangan itu Li juga melakukan video conference di acara yang dihadiri oleh banyak tamu yang sudah menunggunya di gedung.
Baidu memang berambisi untuk merealisasikan teknologi mobil pintar, seperti sedang digarap oleh Google, Apple, serta perusahaan automotif global.
Kepada audiens, ia mengatakan sedang duduk di mobil dalam perjalanan menuju lokasi acara. Dijelaskannya pula tidak ada masalah dalam perjalanan selama mengaktifkan fitur otonom.
Sementara itu netizen yang menyaksikan aksi Li itu melemparkan kritik. Apalagi saat mobil berpindah jalur di lokasi yang dilarang. Ini jelas melanggar aturan lalu lintas di China.
Selain itu, penggunaan mobil otonom masih dilarang di beberapa ruas jalan di China. Pengujiannya pun harus mendapat izin sangat ketat dan mobil tidak boleh lepas dari kendali.
Sementara Baidu melalui General Manager Intelligent Vehicle Division Baidu, Gu Weihao, mengomentari aksi salah satu pejabatnya itu, bahwa mobil otonom dilajukan tetap dalam pengawasan langsung dari belakang setir dan dipastikan keamanannya.
Baidu merupakan satu dari 30 perusahaan China yang mengembangkan teknologi mobil otonom. Perusahaan yang juga memiliki kantor di Silicon Valey, California, ini berambisi menciptakan teknologi mobil pintar yang setara dengan perusahaan global lainnya serta menjualnya di Amerika Serikat.
(Dian AF)