Sejak insentif impor mobil listrik berlaku pada 2023, penjualannya mulai meningkat. Pada akhir 2024, Kemenperin mencatat peredaran mobil listrik mencapai 207 ribu, naik 78 persen dibandingkan 2023 yang berjumlah 116 ribu unit.
Sebaliknya, kendaraan berbasis internal combustion engine (ICE) pangsa pasarnya turun dari 99,64 persen pada 2021 menjadi 82,2 persen pada Januari hingga Juli 2025.
"Hal ini mencerminkan adanya pergeseran preferensi konsumen menuju kendaraan yang lebih efisien dan ramah lingkungan," ungkap Tunggul.
(Erha Aprili Ramadhoni)