Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Atasi Kekurangan Chip Global, Tesla Perbarui Ulang Software

Antara , Jurnalis-Rabu, 28 Juli 2021 |12:30 WIB
Atasi Kekurangan <i>Chip</i> Global, Tesla Perbarui Ulang <i>Software</i>
Tesla model S Plaid 2021 (Tesla/Antara)
A
A
A

TESLA mengatasi kekurangan chip global dengan memperbarui ulang perangkat lunak atau software kendaraannya untuk mendukung chip alternatif.

“Kami dapat mengganti chip alternatif dan kemudian memperbarui firmware dalam hitungan minggu,” kata CEO Tesla Elon Musk sebagaimana dilaporkan The Verge dikutip, Rabu (28/7/2021).

Baca juga:  Tesla Recall 285.000 Mobilnya, Kenapa?

“Ini bukan hanya soal menukar chip, kami juga harus memperbarui ulang perangkat lunaknya,” tambahnya.

Langkah ini membantu Tesla untuk mempertahankan tingkat produksi yang tinggi, mengirimkan lebih dari 200.000 kendaraan kepada pelanggan selama tiga bulan terakhir.

Tesla menghasilkan pendapatan 11,9 miliar dolar AS pada kuartal kedua tahun ini, termasuk laba 1,1 miliar dolar AS.

"Situasi kekurangan chip global masih cukup serius," tutur Musk.

Baca juga:  Tesla Tunda Pengiriman Mobil Listrik Terbaru Model S Plaid

Keterbatasan pasokan chip telah menjungkirbalikkan industri otomotif saat muncul permintaan untuk mobil baru. Kekurangan chip menyebabkan beberapa permasalahan seperti penutupan pabrik, waktu tunggu yang lebih lama, dan harga yang lebih tinggi.

Sebagai informasi, Tesla mengandalkan chip untuk memberi daya pada mobil self-driving-nya, mulai dari airbag hingga modul yang mengontrol sabuk pengaman kendaraan. Dengan hal tersebut berarti Tesla kehilangan komponen penting untuk fitur keselamatan kendaraan.

“Perjuangan besar pada kuartal ini adalah modul yang mengontrol airbag dan sabuk pengaman,” kata Musk. "Dan jelas kami tidak bisa mengirim mobil tanpa itu."

 Ilustrasi

Tesla tidak sendirian dalam merasakan efek dari kekurangan chip global. Selain Tesla, Daimler dan BMW juga sempat mengatakan akibat kekurangan chip mereka terpaksa menutup beberapa jalur perakitan yang akan memangkas produksi perusahaan hingga puluhan ribu kendaraan.

(Salman Mardira)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement