Sebagai informasi, Tesla mengandalkan chip untuk memberi daya pada mobil self-driving-nya, mulai dari airbag hingga modul yang mengontrol sabuk pengaman kendaraan. Dengan hal tersebut berarti Tesla kehilangan komponen penting untuk fitur keselamatan kendaraan.
“Perjuangan besar pada kuartal ini adalah modul yang mengontrol airbag dan sabuk pengaman,” kata Musk. "Dan jelas kami tidak bisa mengirim mobil tanpa itu."

Tesla tidak sendirian dalam merasakan efek dari kekurangan chip global. Selain Tesla, Daimler dan BMW juga sempat mengatakan akibat kekurangan chip mereka terpaksa menutup beberapa jalur perakitan yang akan memangkas produksi perusahaan hingga puluhan ribu kendaraan.
(Salman Mardira)