"Rusaknya baut tersebut, membuat konsumen harus mengeluarkan tenaga lebih besar saat mengendalikan mobil untuk bermanuver di kecepatan rendah," kata juru bicara Tesla melalui keterangan resminya, yang dilansir dari laman Reuters. Produsen asal Amerika Serikat belum mendapat laporan adanya kecelakaan terkait kerusakan itu.
Sebagai langkah antisipasi tambahan, Tesla juga berencana menyiapkan sealer pencegah karat pada kendaraan terdampak kebijakan recall ini. Komponen tersebut mengurangi potensi kerusakan pada kendaraan Tesla Model X, yang digunakan pada lingkungan beriklim dingin.

Kebijakan recall kendaraan terkait potensi kerusakan pada bagian baut di sistem kemudi, juga pernah dilakukan oleh Tesla pada 2018 lalu. Namun, saat itu recall yang dilakukan menyentuh 123.000 unit kendaraan Tesla Model S yang dirakit sebelum April 2016.
(Amril Amarullah (Okezone))