<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Benarkah iPhone tak Bisa Disadap? Ini Faktanya</title><description>iPhone kerap dikaitkan dengan keamanan ponsel yang lebih baik. &#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2026/11/05/16/3252303/benarkah-iphone-tak-bisa-disadap-ini-faktanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2026/11/05/16/3252303/benarkah-iphone-tak-bisa-disadap-ini-faktanya"/><item><title>Benarkah iPhone tak Bisa Disadap? Ini Faktanya</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2026/11/05/16/3252303/benarkah-iphone-tak-bisa-disadap-ini-faktanya</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2026/11/05/16/3252303/benarkah-iphone-tak-bisa-disadap-ini-faktanya</guid><pubDate>Kamis 05 November 2026 17:05 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Fadhil Mubarok</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/11/05/16/3252303/llustrasi-z78I_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/11/05/16/3252303/llustrasi-z78I_large.jpg</image><title>Ilustrasi.</title></images><description>JAKARTA - Dengan sistem keamanan yang dirancang berlapis, iPhone kerap dipandang lebih tangguh menghadapi peretasan dibanding smartphone lain. Namun, tingkat keamanan sebuah perangkat tidak hanya ditentukan oleh teknologinya, melainkan juga oleh kebiasaan pengguna dalam menjaga akun dan data pribadi.&#13;
&#13;
Lantas, apakah iPhone benar-benar kebal dari penyadapan? Perlindungan yang ketat tidak serta-merta menutup seluruh celah, sehingga ancaman keamanan tetap perlu diwaspadai. Simak ulasan mengenai ciri-ciri penyadapan dan langkah mengamankan perangkat berikut ini.&#13;
&#13;
Meski Canggih, iPhone Tetap Rentan Disadap&#13;
&#13;
iPhone tetap berpotensi disadap atau diretas, meski dibekali sistem keamanan yang kuat. Penyerang dapat memanfaatkan celah di luar sistem iOS, terutama dengan menyasar pengguna lewat phishing atau pesan palsu yang menyerupai notifikasi Apple, bank, maupun layanan lainnya.&#13;
&#13;
Selain phishing, penyadapan juga dapat dilakukan lewat spyware canggih yang mampu memantau perangkat tanpa sepengetahuan pemiliknya. Serangan semacam ini tergolong jarang dan umumnya menyasar target tertentu, namun tetap menegaskan bahwa iPhone bukan perangkat yang sepenuhnya bebas risiko.&#13;
&#13;
Apple ID yang diretas juga bisa menjadi pintu masuk bagi penyerang untuk mengakses data pribadi. Jika akun dikuasai, informasi yang tersimpan dan tersinkronisasi di iCloud, seperti foto, pesan, hingga cadangan perangkat, berpotensi ikut terekspos.&#13;
&#13;
Apple mengingatkan agar pengguna menganggap penipuan setiap pesan, panggilan, atau permintaan tak terduga yang meminta data pribadi seperti kata sandi, kode keamanan, atau uang. Untuk memastikan keasliannya, pengguna disarankan menghubungi perusahaan terkait secara langsung melalui kanal resmi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Cara Melindungi Akun dan Perangkat Apple dari Penipuan&#13;
&#13;
Apple membagikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan pengguna untuk menghindari penipuan yang menyasar akun dan perangkatnya:&#13;
&#13;
&#13;
	Pengguna diimbau tidak membagikan data pribadi maupun informasi keamanan, seperti kata sandi dan kode keamanan, serta tidak memasukkannya ke laman web yang diarahkan pihak lain.&#13;
	Apple Account perlu dilindungi dengan autentikasi dua faktor. Informasi kontak juga harus selalu aman dan diperbarui. Kata sandi dan kode verifikasi tidak boleh diberikan kepada siapa pun, sebab Apple tidak pernah memintanya untuk keperluan layanan dukungan.&#13;
	Kartu Hadiah Apple (Apple Gift Card) tidak boleh digunakan sebagai alat pembayaran kepada orang lain.&#13;
	Pengguna juga disarankan mempelajari cara menjaga keamanan perangkat dan data Apple mereka.&#13;
	Perangkat lunak sebaiknya diunduh hanya dari sumber terpercaya.&#13;
	Tautan dan lampiran dari pesan mencurigakan atau tak diminta tidak boleh diklik, dibuka, maupun disimpan.&#13;
	Panggilan telepon atau pesan mencurigakan yang mengatasnamakan Apple sebaiknya tidak dijawab. Pengguna dianjurkan menghubungi Apple langsung lewat kanal dukungan resmi.&#13;
&#13;
&#13;
Dengan demikian, sekuat apa pun sistem keamanan yang dimiliki iPhone, celah tetap bisa muncul dari akun maupun kebiasaan penggunanya. Karena itu, pengguna perlu terus menjaga keamanan perangkat dan data pribadi agar tetap terlindungi. Semoga bermanfaat.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Dengan sistem keamanan yang dirancang berlapis, iPhone kerap dipandang lebih tangguh menghadapi peretasan dibanding smartphone lain. Namun, tingkat keamanan sebuah perangkat tidak hanya ditentukan oleh teknologinya, melainkan juga oleh kebiasaan pengguna dalam menjaga akun dan data pribadi.&#13;
&#13;
Lantas, apakah iPhone benar-benar kebal dari penyadapan? Perlindungan yang ketat tidak serta-merta menutup seluruh celah, sehingga ancaman keamanan tetap perlu diwaspadai. Simak ulasan mengenai ciri-ciri penyadapan dan langkah mengamankan perangkat berikut ini.&#13;
&#13;
Meski Canggih, iPhone Tetap Rentan Disadap&#13;
&#13;
iPhone tetap berpotensi disadap atau diretas, meski dibekali sistem keamanan yang kuat. Penyerang dapat memanfaatkan celah di luar sistem iOS, terutama dengan menyasar pengguna lewat phishing atau pesan palsu yang menyerupai notifikasi Apple, bank, maupun layanan lainnya.&#13;
&#13;
Selain phishing, penyadapan juga dapat dilakukan lewat spyware canggih yang mampu memantau perangkat tanpa sepengetahuan pemiliknya. Serangan semacam ini tergolong jarang dan umumnya menyasar target tertentu, namun tetap menegaskan bahwa iPhone bukan perangkat yang sepenuhnya bebas risiko.&#13;
&#13;
Apple ID yang diretas juga bisa menjadi pintu masuk bagi penyerang untuk mengakses data pribadi. Jika akun dikuasai, informasi yang tersimpan dan tersinkronisasi di iCloud, seperti foto, pesan, hingga cadangan perangkat, berpotensi ikut terekspos.&#13;
&#13;
Apple mengingatkan agar pengguna menganggap penipuan setiap pesan, panggilan, atau permintaan tak terduga yang meminta data pribadi seperti kata sandi, kode keamanan, atau uang. Untuk memastikan keasliannya, pengguna disarankan menghubungi perusahaan terkait secara langsung melalui kanal resmi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Cara Melindungi Akun dan Perangkat Apple dari Penipuan&#13;
&#13;
Apple membagikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan pengguna untuk menghindari penipuan yang menyasar akun dan perangkatnya:&#13;
&#13;
&#13;
	Pengguna diimbau tidak membagikan data pribadi maupun informasi keamanan, seperti kata sandi dan kode keamanan, serta tidak memasukkannya ke laman web yang diarahkan pihak lain.&#13;
	Apple Account perlu dilindungi dengan autentikasi dua faktor. Informasi kontak juga harus selalu aman dan diperbarui. Kata sandi dan kode verifikasi tidak boleh diberikan kepada siapa pun, sebab Apple tidak pernah memintanya untuk keperluan layanan dukungan.&#13;
	Kartu Hadiah Apple (Apple Gift Card) tidak boleh digunakan sebagai alat pembayaran kepada orang lain.&#13;
	Pengguna juga disarankan mempelajari cara menjaga keamanan perangkat dan data Apple mereka.&#13;
	Perangkat lunak sebaiknya diunduh hanya dari sumber terpercaya.&#13;
	Tautan dan lampiran dari pesan mencurigakan atau tak diminta tidak boleh diklik, dibuka, maupun disimpan.&#13;
	Panggilan telepon atau pesan mencurigakan yang mengatasnamakan Apple sebaiknya tidak dijawab. Pengguna dianjurkan menghubungi Apple langsung lewat kanal dukungan resmi.&#13;
&#13;
&#13;
Dengan demikian, sekuat apa pun sistem keamanan yang dimiliki iPhone, celah tetap bisa muncul dari akun maupun kebiasaan penggunanya. Karena itu, pengguna perlu terus menjaga keamanan perangkat dan data pribadi agar tetap terlindungi. Semoga bermanfaat.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
