<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Platform Kripto Binance Diduga Dibobol, Potensi Kerugian hingga Ratusan Triliun</title><description>Binance dan sejumlah penerbit stablecoin segera mengambil langkah pembekuan dana. &#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2026/10/30/16/3251198/platform-kripto-binance-diduga-dibobol-potensi-kerugian-hingga-ratusan-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2026/10/30/16/3251198/platform-kripto-binance-diduga-dibobol-potensi-kerugian-hingga-ratusan-triliun"/><item><title>Platform Kripto Binance Diduga Dibobol, Potensi Kerugian hingga Ratusan Triliun</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2026/10/30/16/3251198/platform-kripto-binance-diduga-dibobol-potensi-kerugian-hingga-ratusan-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2026/10/30/16/3251198/platform-kripto-binance-diduga-dibobol-potensi-kerugian-hingga-ratusan-triliun</guid><pubDate>Jum'at 30 Oktober 2026 19:56 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/30/16/3251198/ilustrasi-rlvs_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Unsplash)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/30/16/3251198/ilustrasi-rlvs_large.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Unsplash)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Bursa mata uang kripto Binance tengah menyelidiki potensi pelanggaran keamanan setelah aset digital senilai sekitar USD 3 miliar (sekitar Rp54,45 triliun) dibekukan sebagai upaya untuk mencegah pencurian, ungkap perusahaan tersebut, Kamis, (29/102/2026)..&#13;
&#13;
Bursa kripto terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan harian ini menyatakan telah menangguhkan sementara perdagangan token yang terdaftar di Binance Alpha, serta menghentikan layanan penyetoran dan penarikan selagi tim internal melakukan pemeriksaan keamanan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tim kami telah menerima laporan mengenai potensi masalah keamanan dan sedang melakukan penyelidikan aktif. Dana pengguna sepenuhnya aman,&amp;rdquo; demkian keterangan dari Binance yang diunggah di platform X, sebagaimana dilansir TRT.&#13;
&#13;
Perusahaan mengimbau pengguna untuk tetap waspada terhadap potensi penipuan serta menghindari tautan, pesan, atau permintaan informasi akun yang tidak resmi.&#13;
&#13;
Aset Miliaran Dolar Dibekukan&#13;
&#13;
Salah satu pendiri Binance, Changpeng Zhao, menyatakan bahwa insiden ini diduga akibat peretasan. Ia berterima kasih kepada penerbit stablecoin, Tether dan Circle, yang bertindak cepat membekukan dana tersebut.&#13;
&#13;
Zhao menyebutkan bahwa Tether membekukan sekitar USD 971 juta (sekitar Rp17,62 triliun), sementara Circle membekukan sekitar USD 823 juta (sekitar Rp14,93 triliun) dalam bentuk USDC.&#13;
&#13;
Selanjutnya, Binance menyampaikan bahwa total aset terverifikasi yang berhasil dibekukan mencapai sekitar USD 3 miliar (sekitar Rp54,45 triliun), dengan perkiraan dampak keseluruhan mencapai kurang lebih USD 6,3 miliar (sekitar Rp114,34 triliun).&#13;
&#13;
Pihak bursa menyatakan sedang bekerja sama dengan penegak hukum, penerbit mata uang kripto, perusahaan intelijen blockchain, dan mitra industri untuk melacak serta membekukan aset-aset lainnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Salah satu pendiri Binance lainnya, Yi He, menegaskan bahwa perusahaan akan menanggung seluruh kerugian yang diakibatkan oleh peretasan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Layanan penyetoran dan penarikan untuk sementara dihentikan sementara tim kami melakukan pemeriksaan keamanan, membekukan dana, serta berkoordinasi dengan penegak hukum,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Peretasan Diduga Lewat Laptop Karyawan&#13;
&#13;
Investigasi awal bursa menunjukkan bahwa insiden ini diduga melibatkan perangkat komputer (laptop) milik seorang insinyur DevOps yang telah disusupi. Hal tersebut memungkinkan penyerang mengakses kontainer layanan dan mengajukan transaksi penarikan yang tidak sah.&#13;
&#13;
Binance menyatakan tidak menemukan bukti adanya kebocoran kunci privat dompet (wallet private key) dan akan menerbitkan laporan teknis terperinci setelah investigasi selesai dan seluruh fakta terverifikasi.&#13;
&#13;
Beberapa pengamat industri sempat melaporkan potensi peretasan ini sebelum Binance mengonfirmasi masalah keamanan tersebut secara resmi. Beberapa di antaranya bahkan menyebutkan bahwa insiden ini berpotensi menjadi salah satu kasus pencurian mata uang kripto terbesar yang pernah tercatat.&#13;
&#13;
Peristiwa ini terjadi setelah peretas mencuri USD 1,5 miliar (sekitar Rp27,22 triliun) dari platform Bybit pada Februari 2025 lalu&amp;mdash;sebuah serangan yang dikaitkan dengan kelompok peretas yang berafiliasi dengan Korea Utara.&#13;
&#13;
Dampak dari kabar insiden keamanan di Binance ini membuat harga Bitcoin bergerak melemah dan terkoreksi lebih dari tiga persen.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Bursa mata uang kripto Binance tengah menyelidiki potensi pelanggaran keamanan setelah aset digital senilai sekitar USD 3 miliar (sekitar Rp54,45 triliun) dibekukan sebagai upaya untuk mencegah pencurian, ungkap perusahaan tersebut, Kamis, (29/102/2026)..&#13;
&#13;
Bursa kripto terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan harian ini menyatakan telah menangguhkan sementara perdagangan token yang terdaftar di Binance Alpha, serta menghentikan layanan penyetoran dan penarikan selagi tim internal melakukan pemeriksaan keamanan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tim kami telah menerima laporan mengenai potensi masalah keamanan dan sedang melakukan penyelidikan aktif. Dana pengguna sepenuhnya aman,&amp;rdquo; demkian keterangan dari Binance yang diunggah di platform X, sebagaimana dilansir TRT.&#13;
&#13;
Perusahaan mengimbau pengguna untuk tetap waspada terhadap potensi penipuan serta menghindari tautan, pesan, atau permintaan informasi akun yang tidak resmi.&#13;
&#13;
Aset Miliaran Dolar Dibekukan&#13;
&#13;
Salah satu pendiri Binance, Changpeng Zhao, menyatakan bahwa insiden ini diduga akibat peretasan. Ia berterima kasih kepada penerbit stablecoin, Tether dan Circle, yang bertindak cepat membekukan dana tersebut.&#13;
&#13;
Zhao menyebutkan bahwa Tether membekukan sekitar USD 971 juta (sekitar Rp17,62 triliun), sementara Circle membekukan sekitar USD 823 juta (sekitar Rp14,93 triliun) dalam bentuk USDC.&#13;
&#13;
Selanjutnya, Binance menyampaikan bahwa total aset terverifikasi yang berhasil dibekukan mencapai sekitar USD 3 miliar (sekitar Rp54,45 triliun), dengan perkiraan dampak keseluruhan mencapai kurang lebih USD 6,3 miliar (sekitar Rp114,34 triliun).&#13;
&#13;
Pihak bursa menyatakan sedang bekerja sama dengan penegak hukum, penerbit mata uang kripto, perusahaan intelijen blockchain, dan mitra industri untuk melacak serta membekukan aset-aset lainnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Salah satu pendiri Binance lainnya, Yi He, menegaskan bahwa perusahaan akan menanggung seluruh kerugian yang diakibatkan oleh peretasan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Layanan penyetoran dan penarikan untuk sementara dihentikan sementara tim kami melakukan pemeriksaan keamanan, membekukan dana, serta berkoordinasi dengan penegak hukum,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Peretasan Diduga Lewat Laptop Karyawan&#13;
&#13;
Investigasi awal bursa menunjukkan bahwa insiden ini diduga melibatkan perangkat komputer (laptop) milik seorang insinyur DevOps yang telah disusupi. Hal tersebut memungkinkan penyerang mengakses kontainer layanan dan mengajukan transaksi penarikan yang tidak sah.&#13;
&#13;
Binance menyatakan tidak menemukan bukti adanya kebocoran kunci privat dompet (wallet private key) dan akan menerbitkan laporan teknis terperinci setelah investigasi selesai dan seluruh fakta terverifikasi.&#13;
&#13;
Beberapa pengamat industri sempat melaporkan potensi peretasan ini sebelum Binance mengonfirmasi masalah keamanan tersebut secara resmi. Beberapa di antaranya bahkan menyebutkan bahwa insiden ini berpotensi menjadi salah satu kasus pencurian mata uang kripto terbesar yang pernah tercatat.&#13;
&#13;
Peristiwa ini terjadi setelah peretas mencuri USD 1,5 miliar (sekitar Rp27,22 triliun) dari platform Bybit pada Februari 2025 lalu&amp;mdash;sebuah serangan yang dikaitkan dengan kelompok peretas yang berafiliasi dengan Korea Utara.&#13;
&#13;
Dampak dari kabar insiden keamanan di Binance ini membuat harga Bitcoin bergerak melemah dan terkoreksi lebih dari tiga persen.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
