<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengapa di Benua Eropa Jarang Ada Motor? Ternyata Ini Penyebabnya</title><description>Di kota besar seperti Paris, Berlin, dan Amsterdam, sepeda serta transportasi umum seperti kereta api, bus, dan trem sangat populer untuk mobilitas harian.&#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2026/10/01/15/3245386/mengapa-di-benua-eropa-jarang-ada-motor-ternyata-ini-penyebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2026/10/01/15/3245386/mengapa-di-benua-eropa-jarang-ada-motor-ternyata-ini-penyebabnya"/><item><title>Mengapa di Benua Eropa Jarang Ada Motor? Ternyata Ini Penyebabnya</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2026/10/01/15/3245386/mengapa-di-benua-eropa-jarang-ada-motor-ternyata-ini-penyebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2026/10/01/15/3245386/mengapa-di-benua-eropa-jarang-ada-motor-ternyata-ini-penyebabnya</guid><pubDate>Kamis 01 Oktober 2026 16:32 WIB</pubDate><dc:creator>Niken Wulandari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/01/15/3245386/motor-VMin_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Mengapa di Benua Eropa Jarang Ada Motor? Ternyata Ini Penyebabnya (Ilustrasi/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/01/15/3245386/motor-VMin_large.jpeg</image><title>Mengapa di Benua Eropa Jarang Ada Motor? Ternyata Ini Penyebabnya (Ilustrasi/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Mengapa di benua Eropa jarang ada motor? Padahal di belahan dunia lainnya, kepemilikan sepeda motor tergolong tinggi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Di Benua Asia, Menurut survei Pew&amp;nbsp;Research Center, 60% warga China, 47% warga India, dan 43% warga Pakistan&amp;nbsp;tercatat memiliki kepemilikan kendaraan bermotor.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara itu, di tujuh negara&amp;nbsp;Uni Eropa yang disurvei, kepemilikan mobil pada tiap keluarga mencapai rata-rata&amp;nbsp;sebesar 79%. Hal ini mirip dengan jumlah&amp;nbsp;kepemilikan motor yang ada di Asia.&#13;
&#13;
Lantas, faktor apa saja yang membuat motor jarang terlihat di Benua Eropa?&#13;
&#13;
1. Transportasi publik dan sepeda sudah memadai&#13;
&#13;
Di kota besar seperti Paris, Berlin, dan Amsterdam, sepeda serta transportasi umum&amp;nbsp;seperti kereta api, bus, dan trem sangat populer untuk mobilitas harian. Infrastruktur&amp;nbsp;yang sudah mapan membuat warganya lebih memilih transportasi publik atau&amp;nbsp;berjalan kaki, sehingga motor jarang digunakan, apalagi untuk jarak jauh.&#13;
&#13;
Kebanyakan warga Eropa memandang motor sebagai hobi untuk berkendara santai&amp;nbsp;di akhir pekan, bukan kendaraan untuk berkomuter. Pola ini berbeda dengan&amp;nbsp;sebagian negara Asia, tempat kepemilikan motor jauh lebih tinggi.&#13;
&#13;
2. Risiko keselamatan dan aturan SIM&#13;
&#13;
Komisi Eropa melalui European Road Safety Observatory, halaman Powered Two-Wheelers, menegaskan mengendarai motor jauh lebih berbahaya daripada kendaraan bermotor lainnya. Halaman itu menyebut cedera kepala akan jauh lebih sering terjadi seandainya pengendara tidak memakai helm, dan cedera akibat kecelakaan tunggal bisa lebih parah ketika pengendara menabrak benda tetap seperti pagar pembatas jalan.&#13;
&#13;
Halaman tersebut juga membahas rancangan direktif Uni Eropa tentang SIM, yang&amp;nbsp;memberi akses langsung ke motor berdaya 35 kW mulai usia 18 tahun dan ke motor&amp;nbsp;tanpa batas daya mulai usia 24 tahun.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain itu, pemerintah di negara-negara&amp;nbsp;Eropa lebih mendorong penggunaan transportasi yang dinilai lebih aman, seperti&amp;nbsp;mobil dan kereta api.&#13;
&#13;
3. Cuaca kurang bersahabat&#13;
&#13;
Sebagian besar negara di Eropa memiliki empat musim, dan musim dinginnya sering&amp;nbsp;kali ekstrem. Salju, hujan lebat, dan suhu rendah membuat motor cukup berisiko&amp;nbsp;digunakan ketika musim dingin tiba.&#13;
&#13;
4. Biaya kepemilikan dan kebijakan lingkungan&#13;
&#13;
Biaya memiliki kendaraan di Eropa relatif tinggi, mulai dari pajak dan asuransi hingga tarif parkir yang mahal di kota besar. Banyaknya biaya itu disebut membuat banyak orang Eropa enggan memiliki motor. Sejumlah kota, seperti Paris,&amp;nbsp;Amsterdam, dan Kopenhagen, juga memberlakukan zona bebas emisi yang membatasi kendaraan bermotor, termasuk motor.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Mengapa di benua Eropa jarang ada motor? Padahal di belahan dunia lainnya, kepemilikan sepeda motor tergolong tinggi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Di Benua Asia, Menurut survei Pew&amp;nbsp;Research Center, 60% warga China, 47% warga India, dan 43% warga Pakistan&amp;nbsp;tercatat memiliki kepemilikan kendaraan bermotor.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara itu, di tujuh negara&amp;nbsp;Uni Eropa yang disurvei, kepemilikan mobil pada tiap keluarga mencapai rata-rata&amp;nbsp;sebesar 79%. Hal ini mirip dengan jumlah&amp;nbsp;kepemilikan motor yang ada di Asia.&#13;
&#13;
Lantas, faktor apa saja yang membuat motor jarang terlihat di Benua Eropa?&#13;
&#13;
1. Transportasi publik dan sepeda sudah memadai&#13;
&#13;
Di kota besar seperti Paris, Berlin, dan Amsterdam, sepeda serta transportasi umum&amp;nbsp;seperti kereta api, bus, dan trem sangat populer untuk mobilitas harian. Infrastruktur&amp;nbsp;yang sudah mapan membuat warganya lebih memilih transportasi publik atau&amp;nbsp;berjalan kaki, sehingga motor jarang digunakan, apalagi untuk jarak jauh.&#13;
&#13;
Kebanyakan warga Eropa memandang motor sebagai hobi untuk berkendara santai&amp;nbsp;di akhir pekan, bukan kendaraan untuk berkomuter. Pola ini berbeda dengan&amp;nbsp;sebagian negara Asia, tempat kepemilikan motor jauh lebih tinggi.&#13;
&#13;
2. Risiko keselamatan dan aturan SIM&#13;
&#13;
Komisi Eropa melalui European Road Safety Observatory, halaman Powered Two-Wheelers, menegaskan mengendarai motor jauh lebih berbahaya daripada kendaraan bermotor lainnya. Halaman itu menyebut cedera kepala akan jauh lebih sering terjadi seandainya pengendara tidak memakai helm, dan cedera akibat kecelakaan tunggal bisa lebih parah ketika pengendara menabrak benda tetap seperti pagar pembatas jalan.&#13;
&#13;
Halaman tersebut juga membahas rancangan direktif Uni Eropa tentang SIM, yang&amp;nbsp;memberi akses langsung ke motor berdaya 35 kW mulai usia 18 tahun dan ke motor&amp;nbsp;tanpa batas daya mulai usia 24 tahun.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain itu, pemerintah di negara-negara&amp;nbsp;Eropa lebih mendorong penggunaan transportasi yang dinilai lebih aman, seperti&amp;nbsp;mobil dan kereta api.&#13;
&#13;
3. Cuaca kurang bersahabat&#13;
&#13;
Sebagian besar negara di Eropa memiliki empat musim, dan musim dinginnya sering&amp;nbsp;kali ekstrem. Salju, hujan lebat, dan suhu rendah membuat motor cukup berisiko&amp;nbsp;digunakan ketika musim dingin tiba.&#13;
&#13;
4. Biaya kepemilikan dan kebijakan lingkungan&#13;
&#13;
Biaya memiliki kendaraan di Eropa relatif tinggi, mulai dari pajak dan asuransi hingga tarif parkir yang mahal di kota besar. Banyaknya biaya itu disebut membuat banyak orang Eropa enggan memiliki motor. Sejumlah kota, seperti Paris,&amp;nbsp;Amsterdam, dan Kopenhagen, juga memberlakukan zona bebas emisi yang membatasi kendaraan bermotor, termasuk motor.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
