<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nekat Pakai BBM Tak Sesuai Rekomendasi di Mobil Hybrid, Ini Dampaknya pada Mesin!</title><description>Beralih ke BBM bernilai oktan lebih rendah demi menekan pengeluaran justru menjadi ancaman besar bagi kesehatan mesin kendaraan.&#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2026/10/01/15/3245383/nekat-pakai-bbm-tak-sesuai-rekomendasi-di-mobil-hybrid-ini-dampaknya-pada-mesin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2026/10/01/15/3245383/nekat-pakai-bbm-tak-sesuai-rekomendasi-di-mobil-hybrid-ini-dampaknya-pada-mesin"/><item><title>Nekat Pakai BBM Tak Sesuai Rekomendasi di Mobil Hybrid, Ini Dampaknya pada Mesin!</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2026/10/01/15/3245383/nekat-pakai-bbm-tak-sesuai-rekomendasi-di-mobil-hybrid-ini-dampaknya-pada-mesin</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2026/10/01/15/3245383/nekat-pakai-bbm-tak-sesuai-rekomendasi-di-mobil-hybrid-ini-dampaknya-pada-mesin</guid><pubDate>Kamis 01 Oktober 2026 16:22 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/01/15/3245383/toyota_veloz_hybrid-H25A_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Nekat Pakai BBM Tak Sesuai Rekomendasi di Mobil Hybrid, Ini Dampaknya pada Mesin! (Ilustrasi/Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/01/15/3245383/toyota_veloz_hybrid-H25A_large.jpeg</image><title>Nekat Pakai BBM Tak Sesuai Rekomendasi di Mobil Hybrid, Ini Dampaknya pada Mesin! (Ilustrasi/Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp;&amp;ndash; Pengguna mobil&amp;nbsp;hybrid&amp;nbsp;diminta untuk selalu menggunakan bahan bakar minyak (BBM) sesuai rekomendasi pabrikan. Langkah ini sangat penting agar komponen mesin tidak mengalami gangguan serius akibat penggunaan jenis BBM yang tak sesuai spesifikasi.&#13;
&#13;
Kenaikan harga sejumlah jenis BBM belakangan ini memang berpotensi menambah beban biaya operasional kendaraan. Namun, beralih ke BBM bernilai oktan lebih rendah demi menekan pengeluaran justru menjadi ancaman besar bagi kesehatan mesin kendaraan.&#13;
&#13;
1. Risiko Mesin Ngelitik (Knocking)&#13;
&#13;
Mesin mobil modern, khususnya teknologi&amp;nbsp;hybrid, dirancang memiliki rasio kompresi tinggi. Pada lineup mobil&amp;nbsp;hybridToyota misalnya, rasio kompresi mesin berada di atas 13:1, sehingga membutuhkan bahan bakar dengan nilai Research Octane Number (RON) minimal di atas 90 atau sesuai standar panduan pabrikan.&#13;
&#13;
Bahan bakar dengan nilai oktan lebih rendah memiliki sifat lebih mudah terbakar. Pada mesin&amp;nbsp;hybrid&amp;nbsp;modern, BBM beroktan rendah berisiko terbakar sendiri sebelum busi memercikkan api sesuai siklus kerja mesin. Kondisi ini memicu terjadinya&amp;nbsp;knocking&amp;nbsp;atau mesin mengelitik.&#13;
&#13;
Proses pembakaran tidak sempurna akibat oktan rendah akan membuat mesin kehilangan tenaga (power loss). Suara mengelitik ini umumnya makin terdengar jelas saat mobil membawa muatan penuh, menyalip kendaraan lain, atau saat melintasi jalan menanjak. Dalam jangka panjang, fenomena ini akan mempercepat kerusakan komponen di dalam ruang bakar.&#13;
&#13;
2. Penumpukan Kerak dan Pemborosan BBM&#13;
&#13;
Dampak buruk lainnya adalah munculnya deposit kotoran atau kerak di dalam ruang bakar yang menempel dan mengganggu kinerja komponen. Selain itu, suhu di ruang mesin akan melonjak akibat beban kerja komponen yang tidak ideal.&#13;
&#13;
Hal ini berujung pada penurunan performa kendaraan. Alih-alih hemat, pengemudi cenderung menginjak pedal gas lebih dalam untuk mengejar tenaga, yang justru membuat konsumsi bahan bakar menjadi makin boros serta mempercepat ausnya komponen internal mesin.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
3. BBM Sesuai Standar&#13;
&#13;
Penggunaan BBM yang tepat membantu menjaga efisiensi kinerja mesin secara optimal. Tenaga yang keluar sesuai spesifikasi membuat pengemudi tidak perlu menekan pedal gas secara berlebihan.&#13;
&#13;
Kondisi mesin yang terjaga membuat usia pakai kendaraan lebih lama serta mempermudah proses perawatan berkala, sehingga biaya operasional jangka panjang justru terasa lebih ringan.&#13;
&#13;
4. Servis Berkala&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain memakai BBM yang sesuai, servis berkala setiap 6 bulan sekali menjadi langkah wajib untuk mencegah masalah&amp;nbsp;knocking. Saat servis rutin, setelan mesin akan dikalibrasi ulang agar kembali pada kondisi ideal.&#13;
&#13;
Seluruh komponen pendukung seperti busi dan berbagai&amp;nbsp;filter&amp;nbsp;akan dibersihkan atau diganti jika masa pakainya telah habis. Uji emisi juga dilakukan sebagai indikator untuk memastikan kondisi pembakaran tetap dalam keadaan prima.&#13;
&#13;
&amp;quot;Gejala&amp;nbsp;knocking&amp;nbsp;dan menumpuknya deposit di ruang bakar adalah dua hal yang tidak diinginkan pada mesin&amp;nbsp;hybridToyota. Solusinya mudah: gunakan BBM sesuai rekomendasi Toyota dan lakukan servis berkala di bengkel resmi,&amp;quot; ujar Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, Kamis (1/10/2026).&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp;&amp;ndash; Pengguna mobil&amp;nbsp;hybrid&amp;nbsp;diminta untuk selalu menggunakan bahan bakar minyak (BBM) sesuai rekomendasi pabrikan. Langkah ini sangat penting agar komponen mesin tidak mengalami gangguan serius akibat penggunaan jenis BBM yang tak sesuai spesifikasi.&#13;
&#13;
Kenaikan harga sejumlah jenis BBM belakangan ini memang berpotensi menambah beban biaya operasional kendaraan. Namun, beralih ke BBM bernilai oktan lebih rendah demi menekan pengeluaran justru menjadi ancaman besar bagi kesehatan mesin kendaraan.&#13;
&#13;
1. Risiko Mesin Ngelitik (Knocking)&#13;
&#13;
Mesin mobil modern, khususnya teknologi&amp;nbsp;hybrid, dirancang memiliki rasio kompresi tinggi. Pada lineup mobil&amp;nbsp;hybridToyota misalnya, rasio kompresi mesin berada di atas 13:1, sehingga membutuhkan bahan bakar dengan nilai Research Octane Number (RON) minimal di atas 90 atau sesuai standar panduan pabrikan.&#13;
&#13;
Bahan bakar dengan nilai oktan lebih rendah memiliki sifat lebih mudah terbakar. Pada mesin&amp;nbsp;hybrid&amp;nbsp;modern, BBM beroktan rendah berisiko terbakar sendiri sebelum busi memercikkan api sesuai siklus kerja mesin. Kondisi ini memicu terjadinya&amp;nbsp;knocking&amp;nbsp;atau mesin mengelitik.&#13;
&#13;
Proses pembakaran tidak sempurna akibat oktan rendah akan membuat mesin kehilangan tenaga (power loss). Suara mengelitik ini umumnya makin terdengar jelas saat mobil membawa muatan penuh, menyalip kendaraan lain, atau saat melintasi jalan menanjak. Dalam jangka panjang, fenomena ini akan mempercepat kerusakan komponen di dalam ruang bakar.&#13;
&#13;
2. Penumpukan Kerak dan Pemborosan BBM&#13;
&#13;
Dampak buruk lainnya adalah munculnya deposit kotoran atau kerak di dalam ruang bakar yang menempel dan mengganggu kinerja komponen. Selain itu, suhu di ruang mesin akan melonjak akibat beban kerja komponen yang tidak ideal.&#13;
&#13;
Hal ini berujung pada penurunan performa kendaraan. Alih-alih hemat, pengemudi cenderung menginjak pedal gas lebih dalam untuk mengejar tenaga, yang justru membuat konsumsi bahan bakar menjadi makin boros serta mempercepat ausnya komponen internal mesin.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
3. BBM Sesuai Standar&#13;
&#13;
Penggunaan BBM yang tepat membantu menjaga efisiensi kinerja mesin secara optimal. Tenaga yang keluar sesuai spesifikasi membuat pengemudi tidak perlu menekan pedal gas secara berlebihan.&#13;
&#13;
Kondisi mesin yang terjaga membuat usia pakai kendaraan lebih lama serta mempermudah proses perawatan berkala, sehingga biaya operasional jangka panjang justru terasa lebih ringan.&#13;
&#13;
4. Servis Berkala&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain memakai BBM yang sesuai, servis berkala setiap 6 bulan sekali menjadi langkah wajib untuk mencegah masalah&amp;nbsp;knocking. Saat servis rutin, setelan mesin akan dikalibrasi ulang agar kembali pada kondisi ideal.&#13;
&#13;
Seluruh komponen pendukung seperti busi dan berbagai&amp;nbsp;filter&amp;nbsp;akan dibersihkan atau diganti jika masa pakainya telah habis. Uji emisi juga dilakukan sebagai indikator untuk memastikan kondisi pembakaran tetap dalam keadaan prima.&#13;
&#13;
&amp;quot;Gejala&amp;nbsp;knocking&amp;nbsp;dan menumpuknya deposit di ruang bakar adalah dua hal yang tidak diinginkan pada mesin&amp;nbsp;hybridToyota. Solusinya mudah: gunakan BBM sesuai rekomendasi Toyota dan lakukan servis berkala di bengkel resmi,&amp;quot; ujar Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, Kamis (1/10/2026).&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
