<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Telegram Menghilang dari App Store di Seluruh Dunia</title><description>Telegram telah menghadapi tuduhan terkait moderasi konten dan aktivitas ilegal, termasuk terorisme, di beberapa negara. &#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2026/08/04/16/3234038/telegram-menghilang-dari-app-store-di-seluruh-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2026/08/04/16/3234038/telegram-menghilang-dari-app-store-di-seluruh-dunia"/><item><title>Telegram Menghilang dari App Store di Seluruh Dunia</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2026/08/04/16/3234038/telegram-menghilang-dari-app-store-di-seluruh-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2026/08/04/16/3234038/telegram-menghilang-dari-app-store-di-seluruh-dunia</guid><pubDate>Selasa 04 Agustus 2026 09:37 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/04/16/3234038/ilustrasi-eWZ7_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/04/16/3234038/ilustrasi-eWZ7_large.jpg</image><title>Ilustrasi.</title></images><description>JAKARTA - Aplikasi perpesanan Telegram telah menghilang dari App Store Apple di seluruh dunia. Pengguna di berbagai negara melaporkan bahwa mereka tidak lagi dapat mengunduh layanan pesan populer tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Telegram, yang mengklaim memiliki lebih dari 1 miliar pengguna aktif bulanan, telah lama menghadapi tuduhan di beberapa negara tentang moderasi konten yang longgar dan kegagalan untuk menindak aktivitas ilegal.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pengguna mulai melaporkan masalah pengunduhan aplikasi pada Selasa (4/8/2026) tak lama setelah pukul 01.00 GMT. Tidak ada alasan resmi yang diberikan untuk penghapusan tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Minggu lalu, regulator telekomunikasi Australia memulai proses perdata terhadap Telegram karena diduga gagal mendeteksi dan menghapus materi pro-teror dari platform tersebut, termasuk video eksekusi teroris dan penembakan massal.&#13;
&#13;
Bulan lalu, Rusia memasukkan pendiri Telegram kelahiran Rusia, Pavel Durov, ke dalam daftar buronan atas tuduhan terorisme dan menetapkannya sebagai orang yang terlibat dalam terorisme dan ekstremisme. Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) menuduh bahwa Durov gagal menonaktifkan chatbot yang digunakan oleh Ukraina untuk merekrut pemuda Rusia untuk melakukan pembakaran dan bentuk sabotase lainnya.&#13;
&#13;
Durov, yang telah tinggal di luar Rusia sejak 2014, mengatakan bahwa ia dimasukkan ke dalam daftar teroris &amp;quot;karena menolak tuntutan pengawasan dan sensor massal di Telegram.&amp;quot;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Aplikasi perpesanan Telegram telah menghilang dari App Store Apple di seluruh dunia. Pengguna di berbagai negara melaporkan bahwa mereka tidak lagi dapat mengunduh layanan pesan populer tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Telegram, yang mengklaim memiliki lebih dari 1 miliar pengguna aktif bulanan, telah lama menghadapi tuduhan di beberapa negara tentang moderasi konten yang longgar dan kegagalan untuk menindak aktivitas ilegal.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pengguna mulai melaporkan masalah pengunduhan aplikasi pada Selasa (4/8/2026) tak lama setelah pukul 01.00 GMT. Tidak ada alasan resmi yang diberikan untuk penghapusan tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Minggu lalu, regulator telekomunikasi Australia memulai proses perdata terhadap Telegram karena diduga gagal mendeteksi dan menghapus materi pro-teror dari platform tersebut, termasuk video eksekusi teroris dan penembakan massal.&#13;
&#13;
Bulan lalu, Rusia memasukkan pendiri Telegram kelahiran Rusia, Pavel Durov, ke dalam daftar buronan atas tuduhan terorisme dan menetapkannya sebagai orang yang terlibat dalam terorisme dan ekstremisme. Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) menuduh bahwa Durov gagal menonaktifkan chatbot yang digunakan oleh Ukraina untuk merekrut pemuda Rusia untuk melakukan pembakaran dan bentuk sabotase lainnya.&#13;
&#13;
Durov, yang telah tinggal di luar Rusia sejak 2014, mengatakan bahwa ia dimasukkan ke dalam daftar teroris &amp;quot;karena menolak tuntutan pengawasan dan sensor massal di Telegram.&amp;quot;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
